Berita Tuban

Modus Baru Produsen Arak di Tuban hingga Pasang CCTV di Lokasi

Petugas kepolisian Polres Tuban menggerebek dua tempat produksi arak di Desa Tegalagung dan Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding, Tuban

Modus Baru Produsen Arak di Tuban hingga Pasang CCTV di Lokasi
surabaya.tribunnews.com/M Sudarsono
Kapolres Tuban, AKBP Nanang Haryono saat memimpin penggerebekan tempat produksi miras arak di Desa Tegalagung, Kecamatan Semanding, Kamis (14/3/2019)  

SURYA.co.id | TUBAN - Petugas kepolisian Polres Tuban menggerebek dua tempat produksi arak di Desa Tegalagung dan Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding, Tuban,  Kamis (14/3/2019), sekitar pukul 09.00 WIB.

Penggrebekan tempat barang haram itu agak berbeda dengan biasanya, karena selain tempat memasak arak di balik dinding yang tertutup lemari, juga terpasang Closed Circuit Television (CCTV) di area.

Kapolres Tuban, AKBP Nanang Haryono mengatakan, untuk tempat produksi arak yang harus melewati lemari dan terpantau CCTV ini ada di Dusun Sawahan, Tegalagung.

Ini merupakan milik Irawan (28), yang mana dia merupakan residivis. Tersangka juga ahli hingga membuat alat penyulingan dengan sistem listrik. 

Sedangkan di lokasi lain yaitu di Dusun Krajan, Desa Prunggahan Kulon, milik Hadi Hariyanto (42), yang juga sudah tersandung kasus sama sebelumnya.

"Yang bagus ini tempatnya Irawan di Tegalagung, ada CCTV pemantaunya, jadi tahu siapa yang datang. Keduanya residivis, ini kembali beroperasi sekitar dua bulanan," ujar Kapolres saat ungkap kasus.

Dia menjelaskan, penggerebekan tempat miras ini berawal dari penangkapan sebuah mobil carry yang akan kirim arak ke Jombang. Dari penangkapan itu diamankan 24 Dus arak.

Pelaku akan dijerat dengan UU Pangan demi menimbulkan efek jera. Jadi sudah bukan lagi menggunakan tindak pidana ringan (Tipiring).

"Keduanya kita tetapkan tersangka, ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Kita komitmen tahun ini wujudkan zero miras, akan kita buru terus produksi arak," terangnya.

Sementara itu, seorang pelaku Irawan mengatakan, setiap harinya ia mampu memproduksi arak 10 dus atau diperkirakan 150 liter.

Arak tersebut dijualnya seharga Rp 30 ribu per botol dengan sasaran daerah luar kota.

"Sehari bisa produksi sekitar 150 liter, harga Rp 30 ribu," Jawabnya dengan kepala tertunduk.

Dalam penggerebekan kedua tempat itu, petugas mengamankan 8.600 liter baceman (bahan baku arak, red), 522 liter arak siap edar, 3 dandang stainless, drum, kompor dan sejumlah perangkat lainnya, termasuk mobil carry yang digunakan untuk kirim.(nok)

Penulis: M. Sudarsono
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved