Inggris Bakal Bantu Jawa Timur Jadi Tutor Bidang Welding dan Teknologi Aviasi
kedutaan Inggris siap memberi bantuan dan dukungan untuk program penguatan pendidikan vokasi di Jatim, khususnya yang terkait aviasi.
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id | SURABAYA - Pengembangan dan perluasan bandara di Jember dan Banyuwangi, serta ground breaking Bandara Kediri akan menyedot banyak tenaga teknik di bidang aviasi.
Hal ini menjadi perhatian Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Oleh sebab itu, saat bertemu dengan Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik, di Gedung Grahadi, Rabu (13/3/2009), Khofifah langsung menyampaikan kebutuhan Jawa Timur untuk vocational training di bidang aviasi.
Pelatihan pendidikan vokasi khususnya di bidang aviasi atau penerbangan tersebut memungkinkan untuk menjadi bahan kerjasama bersama Kedutaan Besar Inggris bersama Pemprov Jawa Timur. Terlebih karena perkembangan teknologi aviasi di Inggris juga sangat luar biasa.
Khofifah menekankan kepada Duta Besar Inggris Moazzam Malik tentang penguatan pendidikan vokasi di Jawa Timur. Bahwa pengangguran Jawa Timur terbanyak itu adalah lulusan SMK.
"Perluasan airport di Jember, Banyuwangi dan juga pembangunan bandara baru di Kediri pasti kita butuh lulusan SMK khususnya SMK penerbangan. Yang tentunya mereka harus memiliki spesifik skill yang bisa menjadi bagian kalau ada kebutuhan sparepart pesawat maka dalam bidang ini Inggris memiliki kemampuan yang luar biasa," tandas Khofifah.
Dikatakan Gubernur perempuan pertama Jawa Timur ini, mendapatkan tutor di bidang aviasi ini juga tidak mudah. Sehingga bertemu dengan Duta Besar Inggris Ini merupakan kesempatan untuk bisa di menjalin kerjasama di bidang aviasi.
Selain bidang aviasi, Khofifah memproyeksi agar Inggris juga bisa membantu pendidikan vokasi Jawa Timur dalam bidang pemberian training welding atau pengelasan.
Di bidang industrial lulusan SMK dibutuhkan keterampilan untuk mengelas. Baik di bidang kemaritiman maupun industri komersial. Dengan perkembangan Inggris yang luar biasa ia ingin hal tersebut bisa disalurkan ke juga untuk siswa siswa SMK di Jawa Timur.
"Pengangguran terbanyak itu lulusan SMK karena banyak mereka yang belum memiliki laboratorium tidak punya BLK maka kita ingin mendapatkan adanya support welding dan juga di bidang penerbangan yang kita tidak mudah mendapatkan tutor dan transfer of knowledge," papar Khofifah.
Apa yang di sampaikan oleh Khofifah kepada Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik disambut baik dan terbuka.
Menurutnya kedutaan Inggris siap memberikan bantuan dan memberikan dukungan kepada program penguatan pendidikan vokasi di Jawa Timur yang digalakkan oleh Khofifah.
"Kami tadi sudah dijelaskan tentang prioritas 99 hari hari kerja beliau. Programnya sangat maju dan saya kira prospek untuk Jawa Timur sangat bagus. Maka pemerintahan saya dan juga dari Kedubes sangat berminat bekerja sama dengan Jawa Timur Dalam mendukung program Ibu Khofifah," Kata Moazzam Malik
Termasuk di bidang vocational training baik di bidang pengelasan maupun teknologi penerbangan. Kedutaan besar Inggris untuk Indonesia siap memberikan apa yang bisa dibantu untuk Jawa Timur.
"Kami sudah berbicara mengenai prioritas yang mungkin Inggris mampu membantu khususnya di bidang pendidikan yaitu vocational training. Kami siap memberikan pelatihan khususnya bidang kemaritiman dan juga aviasi yang tadi juga khusus disampaikan adalah keterampilan di bidang industri welding," tandas Moazzam.
Lebih lanjut Moazzam Malik juga menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan monitoring agar kerjasama dengan pemerintah provinsi Jawa Timur ini segera bisa dilaksanakan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/dubes-inggris-untuk-ri-moazzam-malik.jpg)