Berita Pamekasan

Hujan Deras dan Angin Kencang Rusak Tanaman Padi di Pamekasan, Petani Khawatir Gagal Panen

Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi dalam beberapa hari terakhir ini di Pamekasan menyebabkan tanaman padi yang hampir panen rusak

Hujan Deras dan Angin Kencang Rusak Tanaman Padi di Pamekasan, Petani Khawatir Gagal Panen
TribunMadura.com/Kuswanto Ferdian
Tanaman padi di Desa Kolpajung, Kabupaten Pamekasan, yang rusak dan berpotensi gagal panen usai diterjang hujan deras disertai angin kencang, Rabu (13/3/2019). 

SURYA.co.id | PAMEKASAN - Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi dalam beberapa hari terakhir ini di Pamekasan menyebabkan tanaman padi yang hampir panen rusak. Petani khawatir mengalami kerugian.

Salah satunya milik Heryanto (46) dari Kelurahan Kolpajung mengaku musim padi kali ini dipastikan akan mengalami kerugian karena tanaman padinya yang kurang satu bulan panen banyak yang rusak akibat diterjang hujan deras disertai angin kencang.

“Kalau sudah seperti ini, bisa dipastikan panen yang semestinya bulan depan pasti gagal. Padahal padi saya sudah mulai menguning,” kata Heryanto kepada Tribunmadura.com (grup surya.co.id) saat ditemui di sawahnya yang sedang memperbaiki tanaman padinya, Rabu (13/3/2019).

Heryanto masih berupaya agar buah tanaman padi yang roboh itu tak mati dengan cara mengikat batang padinya yang satu sama lainnya sehingga tanamannya itu terap berdiri dan tidak terendam air di bawahnya.

Tanaman padi di Desa Kolpajung, Kabupaten Pamekasan, yang rusak dan berpotensi gagal panen usai diterjang hujan deras disertai angin kencang, Rabu (13/3/2019).
Tanaman padi di Desa Kolpajung, Kabupaten Pamekasan, yang rusak dan berpotensi gagal panen usai diterjang hujan deras disertai angin kencang, Rabu (13/3/2019). (TribunMadura.com/Kuswanto Ferdian)

Menurutnya, jika sudah seperti itu maka akan sangat berpengaruh pada harga jual gabahnya jika waktunya penen nanti.

“Kalau tidak diikat batangnya, pasti akan membusuk butir padinya. Namun, hasilnya akan menyusut,” keluhnya.

Hal yang sama juga dikatakan Mattali (60) yang memiliki sawah di sebelah Heryanto. Mattali berharap cuaca yang sedikit ekstrim ini tidak terjadi lagi mengingat dampaknya begitu besar yang ditimbulkannya.

“Semoga cuaca yang tak menentu ini tidak sampai berkelanjutan, apalagi sebentar lagi akan menjelang datangnya bulan ramadhan, biasanya semua bahan kebutuhan pada naik,” tandas Mattali.

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved