Berita Magetan

Begini Cara TNI AU Meyakinkan Masyarakat Wilayah eks Karesidenan Madiun Banjir telah Surut 

Pesawat Helikopter Super Puma NAS 332 dari Skadron Udara 6 Lanud Atang Senjaya, yang sedang misi SAR di Lanud Iswahjudi, Maospati, Magetan.

Begini Cara TNI AU Meyakinkan Masyarakat Wilayah eks Karesidenan Madiun Banjir telah Surut 
SURYAOnline/Doni prasetyo
Pesawat Helikopter Puma milik TNI AU Lanud Iswahjudi, Maospati, Magetan bersiap melakukan pemantau di sejumlah daerah rawan banjir mulai dari Ngawi, Ponorogo, Kecamatan Balerejo, Madiun dari ketinggian 700 feet. 

SURYA.co.id | MAGETAN - Pesawat Helikopter Super Puma NAS 332 dari Skadron Udara 6 Lanud Atang Senjaya, yang sedang misi SAR di
Lanud Iswahjudi, Maospati, Magetan satu jam memantau daerah rawan banjir mulai Ngawi, Ponorogo, Kecamatan Balerejo, Madiun dari ketinggian 700 feet, Rabu (13/3/2019).

"Pemantauan ini untuk menyakinkan kembali kepada masyarakat di daerah, Ngawi, Ponorogo, dan Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, air banjirnya sudah kering," ujar Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama (Marsma) TNI Widyargo Ikoputra, didampingi Kepala Penerangan (Kapen) setempat Letkol Sus Hamdi Londong Allo, Rabu (13/3/2019).

Marsma Iko berharap, melalui pantaun udara masyarakat di Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Madiun, dan Kabupaten Ngawi, semakin yakin, bencana banjir yang kemarin (6-13/3/2019) benar-benar sudah kering.

"Selanjutnya bupati bisa memberikan informasi kepada masyarakat agar tenang karena sudah lewat masa bahaya, artinya air sudah kering," terang Danlanud Iko.

TNI AU, lanjut Marsma Iko, memiliki sejumlah pesawat Helikopter yang ada di Lanud Iswahjudi, dan itu harus dimanfaatkan dengan baik, agar dapat memberikan informasi yang benar dan aktual kepada masyarakat.

"Helikopter Puma ini di BKO-kan di Lanud Iswahjudi selain standby untuk SAR (Search and Rescue) kepada warga masyarakat sekitar, juga persiapan latihan pertolongan bagi pesawat tempur di Lanud Iswahjudi,"katanya.

Menurut Marsma Iko, pesawat Heli TNI AU selain memberikan bantuan kemanusiaan, dengan evakuasi warga, pemberian dukungan logistik, juga memberikan informasi meteorologi (ramalan cuaca).

Namun, tambah Marsma Iko, jika ada kontijensi terhadap bahaya bencana apapun yang berkaitan dengan search and rescue, maka pesawat ini bisa digunakan.

"Intinya pesawat kita digerakan untuk membantu proses evakuasi atau pengiriman logistik, pemantauan dari udara, yang hanya bisa dilakukan dari pesawat Heli, jadi pesawat ini bisa digunakan untuk hal kemanusiaan, khususnya penanggulangan bencana,"jelas Iko.

Tugas pemantaun empat wilayah daerah terdampak banjir itu, kata Iko,  pesawat Helikopter NAS 332 Super Puma diawaki Kapten pilot Mayor Pnb Nugroho Tri dan copilot Lettu Pnb Septian Sihombing dari Skadron Udara 6, Lanud Atang Senjaya Bogor. Mereka selama satu jam melakukan pemantauan di atas ketinggian 700 feet.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved