Berita Rilis

NasDem Kecam Keras Beredarnya Foto Kondom Bergambar Jokowi - Amin di Medsos, Berharap Polisi begini

Partai NasDem mengecam keras beredarnya foto kondom bergambar pasangan 01 Jokowi-Ma'ruf Amin melalui medsos

NasDem Kecam Keras Beredarnya Foto Kondom Bergambar Jokowi - Amin di Medsos, Berharap Polisi begini
foto: istimewa
Wasekjen DPP Partai Nasdem Hermawi Taslim 

SURYA.co.id | SURABAYA - Partai NasDem mengecam keras beredarnya foto kondom bergambar pasangan 01 Jokowi-Ma'ruf Amin melalui medsos. Ini dianggap praktik-praktik biadab tanpa etika dalam berdemokrasi.

Wasekjen DPP Partai Nasdem Hermawi Taslim mendesak agar polisi segera mengusut tuntas penyebaran foto yang sudah kebablasan itu. Taslim yang Wakil Sekjen Bidang OKK (Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan) DPP Partai NasDem ini menyikapi khusus penyebaran foto tersebut.

Politisi NasDem itu menyebut bahwa penyebaran foto kondom tersebut pasti dilakukan secara sengaja untuk merusak citra Jokowi-Amin. Tidak ada argumen lain kecuali bahwa penyebaran kondom itu sebuah bentuk pembusukan citra paslon 01.

"Cara-cara biadab dan tidak beretika seperti itu tidak boleh bisa ditoleransi sedikitpun. Harus dibasmi. Tidak boleh berkembang menjadi budaya politik di Indonesia," tandas Taslim.

Wakil Direktur Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin ini menyebutkan bahwa partainya mengecam keras perilaku kampanye seperti itu. Kampanye model itu sudah tergolong hitam dan kotor dengan niat menjatuhkan lawan.

Bahkan kader NasDem tersebut mencurigai, praktik kampanye kotor seperti itu tidak hanya merusak citra paslon nomor urut 01, tetapi lebih jauh berniat memecah belah kesatuan dan persatuan bangsa dan negara Indonesia.

Bukan tidak mungkin cara-cara seperti itu akan membangkitkan fanatisme paslon kemudian masyarakat diadu domba dan pecah belah.

"NasDem berharap polisi harus sangat serius mengusut ini. Siapapun pelakunya harus dihukum. Siapa pun harus diproses. Jangan sampai dimaafkan dengan alasan mereka hanya diperalat," ujarnya.

Semestinya, tambah Taslim, pemilihan umum, baik pemilihan legislatif maupun pemilihan presiden merupakan wahana demokrasi yang bermoral, beretika dan sehat serta jauh dari praktik-praktik kebiadaban.

Masa kampanye, khususnya kampanye Pilpres, harus menjadi momentum pemaparan program, visi dan misi para kandidat agar publik mempunyai gambaran mengenai para calon pemimpin. Bukannya merusak sendi-sendi demokrasi dengan cara menyebarkan fitnah yang keji tidak bermoral seperti ini.

"Kita sungguh-sungguh mengecam bahkan mengutuk praktik seperti ini. Sudah melewati batas. Tidak beretika sama sekali. Karena itu penegakan hukum harus berjalan," tegasnya.

NasDem mengingatkan agar aturan hukum dan etika ada di atas segalanya. Pertarungan, kontestasi tetap harus dalam bingkai aturan-aturan dan kaidah demokrasi. Jangan memberikan ruang kepada pihak ketiga atau keempat menciptakan air keruh untuk mengadu domba masyarakat.

"Kita harus menjaga agar kontestasi ini berjalan di dalam koridor demokrasi dan aturan hukum. Sekali kita bermain fitnah, menyebarkan hoax dan sejenisnya, pihak ketiga atau keempat akan dengan mudah menumpangnya. Kita yang saling tuding, saling tuduh," katanya lagi.

Taslim meminta polisi untuk secepatnya menyelidik penyebaran foto kondom tersebut dan membawanya ke meja hijau.

"Agar menjadi pelajaran bagi siapa saja bahwa setiap tindakan ada konsekwensi hukum. Jangan mudah disuruh-suruh dengan iming-iming tertentu," pungkas politisi NasDem tersebut. 

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved