Cegah Banjir Akibat Bengawan Solo Terulang, Bupati Lamongan Usulkan Penambahan Pintu Air

Bupati Lamongan, Fadeli, mengusulkan penambahan pintu air untuk mencegah dampak banjir akibat luapan sungai Bengawan Solo.

Cegah Banjir Akibat Bengawan Solo Terulang, Bupati Lamongan Usulkan Penambahan Pintu Air
surya/hanif manshuri
Sejumlah rumah di sembilan desa di tiga kecamatan di Lamongan yang terendam luapan banjir Bengawan Solo, Jumat (08/03/2019) 

SURYA.co.id | LAMONGAN - Banjir akibat luapan air Bengawan Solo menjadi pusat perhatian pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten Lamongan. 

Bahkan, Bupati Lamongan, Fadeli, dalam tiga hari berturut - turut meninjau lokasi banjir di Glagah, Tikung dan Laren.

Pada hari libur, Minggu (10/03/2019) Fadeli meninjau banjir di Laren.

Fadeli bermaksud untuk mengusulkan adanya tambahan pintu atau perluasan pintu sidatan atau flood way yang ada Pelangwot untuk menambah besar volume air aliran dari Bengawan Solo ke Sedayulawas Kecamatan Brondong.

"Itu akan mengurangi volume air di Bengawan Solo saat musim penghujan," kata Fadeli usai meninjau banjir di Laren, Minggu (10/03/2019).

Paling tidak ada tambahan dua pintu pada sidatan Pelangwot. Selain itu, Fadeli juga berharap tidak perlu lagi menambah bangunan rumah di atas tanah bantaran. Itu satu diantara upaya untuk mengurangi banyaknya hunian yang kebanjiran.

Karena pembangungan atau penambahan beban jumlah rumah harus dipertimbangkan dampaknya.
Sedangkan upaya relokasi jelas warga akan keberatan. Berarti masyarakat harus hidup akrab dengan bencana.
Pemerintah tidak hanya menekankan pengurangan beban bangunan rumah di atas tanah bantaran.

"Untuk mengatasi beban rumah di tanah bantaran harus dikurangi,"ungkap Fadeli.

Itu artinya, tidak perlu lagi menambah bangunan rumah di atas tanah bantaran. "Itu satu diantara upaya untuk mengurangi banyaknya hunian yang kebanjiran," katanya.

Masalahnya, penambahan pembangunan atau penambahan beban jumlah rumah harus dipertimbangkan dampaknya.

Bencana banjir di 9 desa di Kecamatan Laren perlu dicermati dan mencari solusi untuk menghindarkan banjir.
"Soal penambahan dua pintu di flood way sebenarnya sudah pernah diusulkan ke pemerintah pusat," katanya.

Harapannya, dengan penambahan dua pintu menjadi lima pintu itu akan lebih banyak mengurangi debit air saat musim banjir atau luapan air Bengawan Solo.

Ia mengharap masyarakat tetap waspada menghadapi musim banjir ini.

Saat ini 3 pintu di sidatan tetap dibuka, debit air yang dari Bengawan Solo yang dialirkan melalui tiga pintu sidatan Bengawan Solo.

Gedung Sekolah di Lamongan Kebanjiran, Kegiatan Belajar Mengajar Dipindahkan ke Musala

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved