Khofifah Minta Pehutani Perbaiki Jalan Hutan di Kabupaten Nganjuk

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa meminta Perhutani untuk memperbaiki jalan hutan di Kabupaten Nganjuk yang jadi akses petani Porang.

Khofifah Minta Pehutani Perbaiki Jalan Hutan di Kabupaten Nganjuk
surabaya.tribunnews.com/fatimatuz zahroh
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di tengah area hutan yang ditanami budidaya porang, di Desa Bendoasri,  Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk,  Minggu (10/3/2019). Fatimatuz zahroh 

SURYA.co.id | NGANJUK - Perjalanan meninjau budidaya tanaman porang di tengah hutan Desa Bendoasri, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk menjadi catatan tersendiri bagi Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Minggu (10/3/2019).

Terutama masalah infrastruktur di tengah hutan yang dikelola oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Artomoro dan LMDH Trimulyo.

Pasalnya, hutan yang ditempuh dengan jarak 10 kilometer dari pusat kota Kabupaten Nganjuk itu akses jalannya bermasalah. Banyak jalan berlubang, masih makadam, berlumpur dan susah untuk akses keluar masuk hutan.

Padahal hutan ini membudidayakan tanaman porang, dengan kualitas terbaik dari Jawa Timur yang hasil panennya diekspor hingga Jepang dan sejumlah negara lain.

"Tadi saya sudah cocok-cocokkan. Ini jalan kabupaten, jalan nasional, atau jalan provinsi. Tapi ternyata ini jalannya adalah jalannya Perhutani," kata Khofifah di hadapan para petani hutan Bendoasri.

"Mumpung ada pimpinan divre Perhutani di sini, saya meminta agar jalannnya nanti bisa diperbaiki," pinta gubernur perempuan pertama Jawa Timur ini.

Lebih lanjut, ia menegaskan masyarakat di desa hutan ini diharapkan bisa menjaga hutan yang ada. Sebab semua akan kembali manfaatnya pada masyarakat.

"Saya minta tolong hutan kita dijaga, supaya bisa terus melakukan pengolahan hutan di sini. Dan saya sudah komunikaskkan ke dirjen tanaman pangan, beliau akan datang ke Jawa Timur dan akan berkoordinasi kabupaten yang ada LMDH nya dan belum masuk Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok tani (RDKK)," kata Khofifah.

Pemprov Jatim Petakan LMDH untuk Dimasukkan ke RDKK, Petani Hutan Bakal Dapatkan Pupuk Subsidi

Blusukan ke Pelosok Hutan Nganjuk,Gubernur Khofifah Dicurhati soal ini

Sementara itu, Ketua LMDH Artomoro Rianto mengatakan terima kasihnya pada Khofifah lantaran mau menyambangi budidaya porang di tengah hutan ini.

Sebab menurutnya baru kali ini ada gubernur yang mau bersambang melewati 10 kilometer jalan tak layak untuk meninjau langsung budidaya tanaman petani LMDH, khususnya porang.

"Ini sejarah, perjalanan ke sini dari kota 1,5 jam dengan kondisi yang jalannya seperti itu (rusak), kami senang ibu gubernur menyapa kami," kata Rianto.

Ia mengatakan ada dua hal yang ingin Pemprov turun membantu dalam budidaya porang. Pertama adalah maslah penanganan penyakit di daun tanaman yang hingga kini belum dkketahui jenis penyakit dan obatnya.

"Kami sementara ini ya diam saja, karena takut memberikan obat yang salah dan malah menurunkan produksi. Karena memang belum ada kajiannya," katanya.

Selain itu ia juga meminta bantuan slicer dan oven. Agar bisa meningkatkan nilai jual petani. Pasalnya jika dijual basah, porang hanya laku maksimal Rp 10 ribu perkilo gramnya. Sedangkan jika dijual kondisi kering naik menjadi Rp 50 ribu perkilogramnya.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved