Narkoba di Bangkalan

Remaja di Bangkalan Jual Sabu-sabu ke Polisi yang Menyamar. Terciduk deh!

Seorang remaja menjual sabu-sabu ke orang yang tak dia kenal. Tak disangka, pembeli itu sebenarnya adalah polisi yang menyamar.

Remaja di Bangkalan Jual Sabu-sabu ke Polisi yang Menyamar. Terciduk deh!
surabaya.tribunnews.com/ahmad faisol
Muhammad Agil (kanan), remaja asal Desa Katol Timur Kecamatan Kokop dijebloskan ke sel tahanan Mapolsek Geger atas kasus kepemilikan narkoba jenis sabu, Kamis (7/3/2019). 

SURYA.co.id | BANGKALAN - Muhammad Agil (19), remaja asal Desa Katol Timur Kecamatan Kokop dijebloskan ke sel tahanan Mapolsek Geger atas kasus kepemilikan narkoba jenis sabu, Kamis (7/3/2019).

Ia tak menyangka seorang pembeli sabu yang tak dikenalnya adalah anggota Unitreskrim Polsek Geger. Dari penyamaran itu, polisi menyita sabu saberat total 9,2 gram.

"Kami menyaru sebagai pembeli, pelaku tak menyadarinya," ungkap Kasubbag Humas Polres Bangkalan AKP WM Santoso.

Penangkapan Agil dilakukan di Jalan Raya Desa Kombangan Kecamatan Geger. Ketika ia bersama AL (DPO) mengantarkan sabu sesuai pesanan.

"Ia mengantarkan sabu ke anggota kami. Namun ketika kami sergap, rekannya (AL) kabur," pungkas mantan Kapolsek Modung itu.

Sementara itu, Kapolsek Geger AKP Bidarudin mengungkapkan, beberapa hari sebelumnya pihaknya tengah menyelidiki peredaran dan transaksi narkoba yang kerap menjadi keresahan masyarakat.

"Ketika mengetahui target, kami berpura-pura pesan sabu. Berapa saja yang dia (Agil) punya," ungkap Bidarudin kepada Surya.

Andi Arief Ditangkap Karena Narkoba, Gerindra Sebaiknya Tak Perlu Cari Kambing Hitam

Kernet Truk di Jombang Nyambi Edarkan Sabu, Akibatnya Masuk Bui

Guna memastikan penyamaran berjalan lancar, lanjutnya, ia memerintahkan anak buahnya untuk menyewa mobil Suzuki Carry. Transaksi disepakati di Jalan Raya Desa Kombangan Kecamatan Geger.

"Pelaku Agil yang antarkan ke kami. Sedangkan DPO menunggu di atas sepeda," ujarnya.

Agil membawa sabu seberat 9,2 gram yang dikemas dalam empat poketan. Masing-masing poket seberat 2,3 gram. Keempat poketan itu lantas dibungkus tisu dan diikat karet warna kuning.

Bidarudin mengatakan, upaya mengorek siapa pemasok sabu belum berhasil. Hal itu dikarenakan pelaku Agil memberikan keterangan berubah-ubah di hadapan penyidiik

"Kami menggerebek rumah DPO namun yang bersangkutan tidak ada ditemukan," pungkasnya.

Agil dijerat Pasal 114 ayat (2) Sub 112 Ayat (2) Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Remaja tak tamat SMA itu telah melakukan tindak pidana tanpa hak menjual, menjadi perantara dan atau memiliki, menyimpan, menguasai, kedapatan menyediakan Narkotika gol I jenis sabu.

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved