Breaking News:

Berita Gresik

Janji Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro terhadap Masyarakat Pemakai Narkoba

Polres Gresik siap memberikan rehalibitasi kepada masyarakat yang hanya sekedar memakai dan coba-coba narkotika.

SURYAOnline/Sugiyono
NARKOBA – Para tersangka pelaku narkoba diperlihatkan di Mapolres Gresik, Kamis (6/3/2019). 

SURYA.co.id | GRESIK – Polres Gresik siap memberikan rehalibitasi kepada masyarakat yang hanya sekedar memakai dan coba-coba narkotika.

Hal itu dikatakan Kapolres terkait banyaknya masyarakat terjerat narkoba. Polres Gesik dalam operasi tumpas narkoba selama 12 hari menangkap 70 pelaku narkoba.  

Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro mengatakan bahwa dalam operasi tumpas narkoba tiga wilayah di Kabupaten Gresik paling banyak ditangkap kasus narkoba. Dari 70 orang, kebanyakan yang ditangkap adalah generasi milenial usia 17 sampai 35 tahun. Dan jumlah pengguna sebanyak 25 orang dan pengedar ada 45 orang.

Lebih lanjut mantan Kapolres Bojonegoro ini mengatakan bahwa dalam menjalankan tugasnya, Kepolisian menggunakan tiga fungsinya yaitu preemtif, preventif dan represif.  

“Kepolisian ini ada fungsi preventif. Ini selalu kita gelorakan, di sekolah dan di masyarakat. Dalam pertemuan tingkat, RT,RW dan kelurahan juga kita sampaikan bahaya narkoba. Tokoh agama juga kita ajak untuk menyampaikan bahaya narkoba, termasuk tokoh pemuda dan tokoh masyarakat,” kata Wahyu, Kamis (7/3/2019).

 Oleh karena itu, jika ada masyarakat yang anggota keluarganya ketahuan pengguna narkoba, bisa dibawa ke Polres untuk diajukan rehabilitasi.

“Misalnya, dia hanya sebatas pemakai. Dia bisa dilakukan rehabilitasi. Misalnya ada temuan positif saat urine, tapi barang bukti tidak ada. Kita rehap, kita rujuk ke Malang atau Surabaya. Namun, setelah ada assessment dari BNP. Baru kita rehabilitasi,” katanya.

Wahyu menambahkan bahwa banyak generasi milenial yang terlibat kasus narkoba. Hal itu bisa disebabkan oleh lingkungan, teman dan keluarga.

“Banyak aspesk yang bisa kita lihat terhadap masyarakat yang terlibat narkotika. Salah satu penyelesaiannya yaitu meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Sehingga bisa mengurangi dan menghindari narkoba.

Jika ada saudara dan teman kita, maka kami sarankan untuk lapor,” imbuhnya. 

 
 

Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved