Dishub Surabaya Rencana Tambah Enam Unit Emergency Panic Button, Sebut Alat Baru Ini Lebih Canggih
Dishub kota Surabaya berencana menambah 6 unit emergency panic button di kota Surabaya. Di mana saja lokasinya?
Penulis: Delya Octovie | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id | SURABAYA - Dishub kota Surabaya berencana menambah 6 unit emergency panic button di kota Surabaya.
Tiang dengan tombol darurat tersebut akan dipasang di titik-titik rawan dan terintegrasi dengan Command Center 112 yang terpusat di Gedung Siola.
Sehingga, bagi warga yang membutuhkan bantuan, cukup menekan tombol tersebut, petugas akan dengan cepat menghampiri warga.
Menurutnya, penambahan tombol darurat ini berguna bagi keamanan masyarakat saat berada di tempat-tempat rawan kejahatan di Surabaya.
Kini, ia masih menentukan lokasi-lokasi penempatan keenam Emergency Panic Button.
"Ya ini kita masih berkoordinasi dengan polisi untuk pemasangan enam unit Emergency Panic Button ni. Di mana saja lokasi yang rawan kejahatan," tutur Irvan Wahyudrajad, Kepala Dishub Kota Surabaya, Kamis (7/3/2019).
• Motor Ojol Sering Hilang karena Parkir Liar di Bundaran depan PTC
• Dishub Surabaya Keluhkan Sopir Ojol Sering Parkir Liar di Bundaran PTC
Sebelumnya, tombol darurat ini sudah diuji coba di dua tempat, yakni di Jl. Ir. Soekarno-Kedung Baruk dan Jl. Dupak.
Keenam unit baru tersebut, kata Irvan, akan memiliki teknologi lebih canggih dari unit-unit sebelumnya.
Ia juga menyiapkan beberapa tambahan fitur-fitur terbaru supaya masyarakat dapat terlayani dengan maksimal.
"Alat ini akan kami bekali teknologi yang lebih baru lagi, fitur-fiturnya masih kami rancang. Nanti kalau sudah terpasang, kami sampaikan lagi. Yang pasti alat baru ini lebih canggih dari sebelumnya," jelasnya.
Sama seperti alat sebelumnya, nantinya masyarakat yang berada dalam keadaan darurat bisa tersambung dengan operator Command Center 112, dengan menekan tombol di tiang Emergency Panic Button.
Enam unit baru bertenaga matahari ini juga dilengkapi dengan CCTV sebagai antisipasi adanya laporan palsu.
Saat ini, ia menambahkan, Dishub sedang dalam tahap sosialisasi pada masyarakat, agar warga nantinya paham betul fungsi utama Emergency Panic Button.
"Kalau tidak disosialisasikan nanti masyarakat yang belum paham akan menggunakan alat tersebut secara coba-coba, karena kan saat ini juga marak penelepon palsu yang masuk ke Command Center. Jadi kami sosialisasikan secarra terus-menerus. Pastinya nanti wajah pelapor akan terekam dari kamera CCTV," tutupnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/emergancy-call_20180128_163659.jpg)