Berita Pasuruan

Terancam Rusak, Mahasiswa STIEG Walisongo Pasuruan Bersih-Bersih Peninggalan Bersejarah Ini

Kondisi Gua Jepang ini memang sekarang lebih kotor dan memprihatinkan. Banyak sampah yang ditinggalkan para pengunjung.

surya.co.id/galih lintartika
Ketua PKK Kabupaten Pasuruan Lulis Irsyad Yusuf berfoto bersama mahasiswa STIEG usai bersih-bersih di tempat wisata cagar budaya, Gua Jepang. 

SURYA.co.id | PASURUAN - Puluhan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Gempol (STIEG) Walisongo Kabupaten Pasuruan melakukan kegiatan bakti sosial (baksos) bersih-bersih tempat wisata di Kabupaten Pasuruan, Rabu (6/3/2019) pagi.

Sasarannya kali ini adalah Gua Jepang yang ada di Kecamatan Gempol.

Ini merupakan bentuk pengabdian mahasiswa dan mahasiswi STIEG ini ke masyarakat dalam bentuk KKN.

Dalam kesempatan kali ini, mahasiswa dan mahasiswi membersihkan sampah-sampah yang berserakan.

Kondisi Gua Jepang ini memang sekarang lebih kotor dan memprihatinkan.

Banyak sampah yang ditinggalkan para pengunjung.

"Kami prihatin dan merasa tergugah untuk ikut bertanggung jawab menjaga dan melestarikan tempat wisata. Apalagi gua jepang ini peninggalan sejarah, jadi harus dijaga," kata Ketua Panitia, Erlin.

Sementara itu, Ketua PKK Kabupaten Lulis Irsyad Yusuf, mengaku kecewa.

Ia menyebut, kondisi Gua Jepang dulu saat pertama kali ia datang dan sekarang sudah berbeda.

Dulu masih bersih, sekarang sudah kotor, tak terawat.

Bahkan, guanya dari luar tidak kelihatan, tertutup rumput dan tanah.

"Saya sangat mengapresiasi kepedulian yang dilakukan anak-anak STIEG ini. Saya juga baru tahu kalau ternyata, kondisi Gua Jepang tak terawat seperti ini. Kondisi dulu sama sekarang bedanya sangat jauh. Sebentar lagi, saya akan lapor ke dinas terkait, saya minta agar Gua Jepang, sebagai tempat cagar budaya ini dirawat dan dilestarikan," pungkasnya.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved