Liputan Khusus

Saimah Bersyukur, Sejak CCTV Dipasang, Kini Karangpilang Bebas Sampah

Warga sekitar Jembatan Karang Pilang, Surabaya, bersyukur atas dipasangnya kamera CCTV di area jembatan itu. Sejak ada CCTV, kini bebas sampah.

surabaya.tribunnews.com/Ahmad Zaimul Haq
Jembatan Karangpilang Surabaya yang telah dipasangi CCTV untuk memantau perilaku warga yang kerap membuang sampah ke sungai. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Warga sekitar Jembatan Karang Pilang, Surabaya, bersyukur atas dipasangnya kamera CCTV di area jembatan itu.

“Dulu di atas rumah ini banyak sampah, mereka membuang dari atas dan jatuh di dekat dan atas rumah,” kata Saimah, pekan lalu.

Rumah Saimah berada paling ujung atau paling dekat dengan Jembatan Karang Pilang di RT 3/ RW 3, Karang Pilang.  Warga setempat biasa menyebut lingkungan ini terminal “Dulunya memang bekas terminal” tukas Saimah.

Saimah sudah puluhan tahun tinggal di lokasi itu. Selama itu pula lingkungan di sekitar tempat tinggalnya yang berada di kaki jembatan sisi Surabaya tak pernah bersih. 

“Orang seenaknya membuang sampah dari atas jembatan dan jatuhnya di sekitar sini,” lanjutnya.

Menurutnya,  orang-orang membuang sampah biasa pada malam hari dan subuh. “Saat akan ke pasar, saya sering melihat orang yang membuang sampah. Bahkan ada yang bawa tong besar dengan membawa motor roda tiga, lalu di buang begitu saja ke sungai,” terangnya.

Setelah seminggu dipasang kamera CCTV,  Saimah belum pernah melihat lagi orang  yang membuang sampah dari Jembatan Karang Pilang ke Sungai Brantas.  “Bersyukur  sekali dengan adanya kamera CCTV, sekarang sudah tidak terlihat lagi mereka yang membuang sampah sembarangan. lingkungan di sini juga makin bersih,” katanya.

Selain kamera CCTV, di ujung jembatan juga disediakan boks sampah. Namun, kata Saimah, tidak lama bok itu sudah penuh sampah. “Karena penuh mereka meletakkan sampahnya di dekat boks sampah,” ujarnya.

Ia berharap kondisi seperti ini bisa berlangsung selamanya. Sebab, saat ini lingkungan makin bersih dari sampah, dan tidak ada lagi bau busuk yang menyebar setelah dipasang kamera CCTV di jembatan.

Akan diviralkan

Keputusan cepat dan tepat dilakukan Dinas Informasi dan Komunikasi (Infokom) Jatim setelah ada temuan banyaknya sampah di sekitar Jembatan Karang Pilang baru.

“Setelah menyusuri sungai bersama Ibu Gubernur Khofifah, kami  langsung pasang CCTV di area Jembatan Karang Pilang baru,” kata Ardo Sahak, Kadis Infokom Jatim, pekan lalu.

Ia yang ikut dalam rombongan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyusuri  Sungai Brantas,  melihat sendiri betapa parahnya sampah di sekitar Jembatan Karang Pilang.  Sampah itu berada ada di bagian tengah sungai,  karena tersangkut kaki-kaki jembatan, dan sebagian lainnya menumpuk di bagian tepi jembatan.

“Tumpukan sampah bukan saja di airnya, tapi di bibir jembatan, termasuk sampah popok,” terang Ardo.

Tiga hari tiga malam, jajarannya menyelesaikan pemasangan CCTV. Ada tujuh unit kamera CCTV yang dipasang,  lima unit di antaranya dipasang di bagian atas, dan dua unit di bagian bawah jembatan.

Sorot tujuh unit kamera CCTV ini terlihat jelas di layar monitor di ruang pengendalian, yang berada di lantai dua  Kantor Disinfokom Jatim.

“Semua arah di bagian atas jembatan dan bawah sudah ter-cover semua. Jadi nanti kalau ada yang membuang sampah bisa termonitor dari sini,” tambah Ardo.

Kamera CCTV di bagian atas akan melihat secara langsung kondisi di sekitar jembatan. Sementara CCTV di bawah jembatan,  untuk memantau sampah yang menyangkut di kaki-kaki jembatan.

Selain itu, kata Ardo, CCTV di bawah jembatan sekaligus berfungsi untuk mendeteksi dini kondisi air Sungai Brantas.

 “CCTV yang dibawah ini berfungsi ganda untuk memonitor kondisi sampah sekaligus kondisi ketinggian air,” lanjutnya.

Pemasangan CCTV ini,  kata Ardo,  semangatnya adalah sebagai edukasi ke masyarakat agar tidak membuang sampah di sungai termasuk sampah popok. Hasil pengamatan sementara  sejak seminggu setelah pemasangan dan pengoperasian CCTV, belum terlihat orang-orang yang membuang sampah di sekitar jembatan.

Selain dipasang kamera CCTV,  jembatan itu juga dipasang loud speaker yang berfungsi untuk imbauan dan ajakan membuang sampah pada tempatnya.  Selain itu,  loud speaker ini juga akan berbunyi dengan petugas yang memberikan peringatan bila ada orang yang terlihat membuang sampah.

Karena semangatnya memberikan pendidikan ke masyarakat,  maka bila ada yang terciduk saat membuang sampah di sekitar jembatan atau ke Sungai Brantas maka video atau foto yang terekam akan diviralkan di media sosial (medsos).

“Nah, mereka yang membuang sampah di sungai itu dan tertangkap kamera akan kami viralkan, tentu dengan wajah disamarkan,” jelas Ardo.

“Ini memberikan pendidikan yang santun ke masyarakat, agar jangan membuang sampah sembarangan,” tegasnya.

Aulia Bahar, Kasi Persandian dan Keamanan Informasi Dinas Infokom Jatim menambahkan, untuk sementara ini belum ada yang membuang sampah dan tertangkap kamera CCTV.

Menurutnya, CCTV yang saat ini terpasang di Jembatan Karang Pilang baru dilengkapi infra merah yang bisa  meng-capture nopol kendaraan, serta mampu menghitung kondisi dan ketinggian air.

Pihaknya juga menggandeng instansi lain untuk bersama-sama memerangi sampah domestik dan sampah popok di Sungai Brantas.  Termasuk juga dengan pihak Jasa Tirta 1, di mana dari pembicaraan yang dilakukan bersama, Jasa Tirta juga akan memasang kamera CCTV di Jembatan Karang Pilang lama. (iit/fla)

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved