Polres Lumajang Terjunkan Personel Jaga Pawai Ogoh-Ogoh dan Nyepi

Polres Lumajang menerjunkan personel untuk penjagaan pawai ogoh-ogoh di Kecamatan Senduro, Lumjang.

Polres Lumajang Terjunkan Personel Jaga Pawai Ogoh-Ogoh dan Nyepi
surabaya.tribunnews.com/sri wahyunik
Kapolres Lumajang bertemu tokoh agama Hindu di Pura Mandhara Giri 

SURYA.co.id | LUMAJANG - Polres Lumajang menerjunkan personel untuk penjagaan pawai ogoh-ogoh di Kecamatan Senduro, dan pelaksanaan perayaan Nyepi di Pura Mandhara Giri Semeru Agung di Desa/Kecamatan Senduro, Lumajang.

Pelaksanaan pawai ogoh-ogoh itu dimulai Rabu (6/3/2019) sore sampai malam hari pukul 23.00 Wib.

Terkait pelaksanaan pawai ogoh-ogoh, pihak Satlantas Polres Lumajang bakal mengalihkan arus lalu lintas yang menuju Senduro. Polisi juga akan melakukan penutupan di beberapa jalur.

Menurut Kasatlantas Polres Lumajang, I Gede Putu Giri, penutupan jalur antara lain diberlakukan di Kandang Tepus, Senduro. Arus lalu lintas dialihkan melalui Jl Desa Pandansari.

Kemudian jalur menuju Kecamatan Pasrujambe dan sekitarnya juga akan terkena imbas pawai ogoh-ogoh. Warga yang hendak menuju Ranupani atau turun dari Ranupane (pos pendakian Gunung Semeru), sebaiknya menghindari Jalan Raya Senduro mulai pukul 17.00 - 23.00 Wib.

"Demi kelancaran dan kenyamanan acara dimohon kepada masyarakat pengguna motor dan mobil agar menaati peraturan lalu lintas dan ikuti jalur alternatif yang sudah kami tentukan agar pelaksanaan pawai ogoh ogoh dapat berjalan lancar," kata Giri.

Jember Siap Jadi Tuan Rumah Festival HAM

10 Truk Angkut Gunung Sampah di Bawah Jembatan Arosbaya Bangkalan

Kecamatan Senduro merupakan jalur keluar dan masuk menuju Desa Ranupani dari arah Lumajang. Ranupani adalah desa terakhir di Kecamatan Senduro sekaligus pos pendakian pertama ke Gunung Semeru. Di kecamatan ini pula, banyak warga Hindu Tengger berdomisili.

Di Kecamatan Senduro pula berdiri Pura Mandhara Giri Semeru Agung, sebuah pura tua yang menjadi jujugan peridatan umat Hindu dari sejumlah daerah di Indonesia. Kamis (7/3/2019), pura itu menjadi peribadatan perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1941.

"Karenanya kami akan menjaga perayaan peribadatan ini. Petugas disebar di sekitar pura sejak H-1 puncak perayaan Nyepi, karena hari ini juga digelar pawai ogoh-ogoh. Kami ingin ikut menyukseskan pelaksanaan pawai ogoh-ogoh ini," kata Kapolres Lumajang, AKBP M Arsal Sahban.

Penjagaan melibatkan personel POlres Lumajang yang dibantu dengan TNI, dan Satgas Keamanan Desa Senduro, juga Ormas Badak yang jumlah keseluruhan sebanyak 129 personel.

Petugas gabungan ini sendiri difokuskan di lima titik, yakni Pos jatian, depan Mapolsek Senduro, pertigaan jalan menuju Desa Burno, pertigaan jalan ke Desa Pandansari serta yang terakhir adalah sekitaran lokasi Pura Mandhara Giri Semeru Agung Lumajang.

“Saya kerahkan anggota saya untuk berjaga di sekitaran Pura Mandhara Giri Lumajang. Pengamanan kali ini memang sangat maksimal, mengingat tahun ini adalah tahun politik sehingga kami tak mau ada tindakan tindakan provokasi yang berujung fatal,” tegas Arsal.

Sebelum pawai ogoh-ogoh digelar, Arsal juga mendatangi Pura Mandhara Giri dan bertemu dengan tokoh agama setempat.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved