Rabu, 8 April 2026

Sambang Kampung Gununganyar Tambak

Warga Ikuti Training Kewirausahaan, Diajarkan Cara Pasarkan Produk

Chelsy menjelaskan tujuan kegiatan ini agar mahasiswa dapat menggerakkan masyarakat Gunung Anyar Tambak untuk mengembangkan potensi dimiliki.

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Parmin
SURYAOnline/Habibur Rohman
Aktivitas para nelayan warga Gununganyar Tambak. Hasil tangkapan warga berpotensi untuk kuliner ikan asap. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sebagai kampung yang kerap dikunjungi berbagai kalangan, permasalahan produk buatan warga nyatanya masih mengalami kendala pemasaran.

Untuk itu, mahasiswa Triple U x UC menggelar kegiatan berupa training kewirausahaan bagi masyarakat Mangrove Gunung Anyar Surabaya.

Para mahasiswa ini memberikan tips-tips marketing yang baik untuk memasarkan bisnis khas daerah mereka yaitu sirup biji Mangrove, kerajinan dari olahan barang bekas serta kerupuk yang terbuat dari hasil laut para nelayan tambak.

“Dengan adanya kegiatan ini kami bisa menjadi penggerak yang mampu memotivasi masyarakat agar dapat berkembang memperbaiki kondisi lingkungan dan ekonomi serta mampu meningkatkan kualitas diri," ungkap Chelsy Sandrina C selaku ketua umum Triple U x UC asal UK Petra.

Chelsy menjelaskan tujuan kegiatan ini agar mahasiswa dapat menggerakkan masyarakat di Gunung Anyar Tambak untuk lebih mengembangkan dan merawat potensi yang dimiliki.

Diharapkan masyarakat setempat bisa menjaga lingkungan dan dapat membuka peluang usaha karena menjadi salah satu destinasi wisata di Surabaya.

“Dengan upaya tersebut, kami harapkan gerakan ini dapat meningkatkan perekonomian warga sekitar,” kata Chelsy.

Sementara itu, pengelola Bank Sampah Bintang Mangroove, Chusniyati sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Karena dengan ini masyarakat lebih semangat dan mengetahui peluang usaha di sekitarnya.

“Warga di sini biasanya suka memproduksi souvenir, jajanan pasar, atau olahan ikan menjadi kerupuk. Biasanya produk-produk itu dipasarkan di kampung saja dan pasar terdekat,” katanya.

Kegiatan ini, menurutnya, bisa menjadi kampung wisata yang menarik karena dibantu dalam penataan dan pengecatan jalan menjadi kampung warna. Dia berharap agar masyarakat menjadi sadar wisata dengan merawat lingkungan dan bisa membuka peluang usaha jika sudah menjadi destinasi wisata yang sudah diminati.

“Karena di Gunung Anyar berpotensi sebagai wisata kuliner pengasapan ikan, membuat kerupuk, juga wisata air dengan mengeliligi mangrove di sungainya,” kata Chusniyati.

Selain itu, produk-produk yang dibuat oleh masyarakat setempat selama ini hanya dijual jika ada pengunjung yang datang untuk berkeliling di mangrove Gunung Anyar.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved