Berita Surabaya

Tekankan Edukasi bagi Pasien Cuci Darah Lewat Aplikasi AV Stunt Indonesia

Penderita gagal ginjal yang harus menjalani cuci darah biasanya akan menjalani AV Stunt

Tekankan Edukasi bagi Pasien Cuci Darah Lewat Aplikasi AV Stunt Indonesia
surya/sulvi sofiana
dr Niko Azhari Hidayat Sp BTKM (K) saat melakukan USG pada pembuluh darah pasien cuci darah pasca AV Stunt 

"Kalau ada aplikasi yang mudah diakses pasien dan keluarga, kondisi seperti Yunita bisa segera diketahui. Dan pasien akan familiar dengan USG, karena kalau dibiarkan pembuluh darahnya bisa pecah," urainya.

Dalam aplikasi berbasis website ini, terdapat para ahli bedah Vaskuler dan beragam informasi terkait AV Stunt yang bisa dengan mudah diakses pasien.

Kondisi pembuluh darah yang tidak normal setelah pembedahan Av Stunt menurut dr Niko harus didiagnosa lebih lanjut.

Niko menyarankan Yunita untuk memeriksakan tekanan darahnya yang bisa menjadi penyebab melebarnya pembuluh darahnya. Selain itu harus dicoba membuat saluran baru untuk HD.

Sementara itu, dokter spesialis di RS Husada Utama, dr Herjunianto SpPD, mengungkapkan antrean di unit HD semua rumah sakit selalu penuh, banyak rumah sakit yang menambah jumlah mesin HD juga belum mengurangi antrean.

"Gaya hidup masyarakat yang buruk meningkatkan penderita gagal ginjal. Apalagi dengan adanya akses BPJS jadi mereka semakin mudah mendapat perawatan," imbuh Herjunianto.

Banyaknya pasien ini, menurut dr Herjunianto menunjukkan pentingnya sosialisasi dalam perawatan AV Stunt sehingga bisa meminimkan infeksi dan kegagalan dalam operasi AV Stunt.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved