Berita Surabaya

Pesan Menyentuh Wali Kota Risma ke Nelayan Surabaya Soal Pembukaan Wisata Cable Car

Pesan Menyentuh Wali Kota Risma ke Nelayan Surabaya Soal Pembukaan Wisata Cable Car

Pesan Menyentuh Wali Kota Risma ke Nelayan Surabaya Soal Pembukaan Wisata Cable Car
Surabaya.Tribunnews.com/Delya Octovie
Wali Kota Suurabaya,Tri Rismaharini saat bersih-bersih pantai dekat jembatan Suramadu. Pesan Menyentuh Wali Kota Risma ke Nelayan Surabaya Soal Pembukaan Wisata Cable Car 

SURYA.co.id, SURABAYA - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tidak mau meninggalkan para nelayan terkait dibangunnya detinasi wisata baru, cable car. Nelayan harun ikut berperan dan terdampak baik aats dibukanya wisata yang berada di kawasan pesisir Pantai Kenjeran Surabaya Utara.

Wali Kota Tri Rismaharini langsung mengumpulkan dan memberi wejanga para nelayan usai bersih-bersih memperingati Hari Peduli Sampah Nasional dalam kerja bakti bersama di kaki Jembatan Suramadu dan Taman Suroboyo, Jumat (1/3/2019).

Menurut Tri Rismaharini, proyek cable car sudah rampung bulan Mei 2019 bertepatan dengan ulang tahun Surabaya 2019. Rencananya cable car akan dibuat destinasi wisata yang lengkap dengan sentra PKL dan wisata perahu.

Risma mengatakan, ia ingin para nelayan memiliki 'double job', yakni sebagai nelayan sekaligus pemandu wisata perahu.

"Dadi iso ngeterno wisatawan numpak iku (perahu), rundingan mulai saiki tarif e piro. Mubeng e ning endi, ngono ya (jadi bisa mengantar wisatawan naik itu, rundingan mulai sekarang tarifnya berapa, memutarnya ke mana, begitu ya)," kata Risma pada dua perwakilan kelompok nelayan, Rohimin dari Kelompok Nelayan Kakap Merah dan Masruhin Ketua Kelompok Nelayan Ikan Dorang.

Risma meminta para nelayan untuk mematok tarif wisata perahu, tergantung jauh-dekatnya. Misalnya tarif jika hanya memutari Jembatan Suramadu berbeda dengan tarif bila sampai ke Bulak.

Masruhin menuturkan, wisata perahu sudah dijalankan para nelayan, dengan tarif Rp 5.000.

"Yo ojo Rp 5.000, Rp 5.000 yo murah (ya jangan Rp 5.000, Rp 5.000 ya murah)," tukas Risma.

Nelayan diharapkan mematok harga lebih, namun perahu akan dipercantik dengan cat warna-warni.

"Tapi kudu apik, engkok tak keki cat, dikek i bendera werno-werni, cik perahune apik. Sing numpak seneng. Kapan awakmu gelem? Tapi pantai ojok digawe kumuh, lek kumuh ya opo pemandangan e mbok tutupi gubuk-gubuk? Wisatawan merene kan pengen ndelok laut (tapi harus bagus, nanti saya beri cat, diberi bendera warna-warni, supaya perahunya bagus. Yang naik senang. Kapan kamu bersedia? Tapi pantai jangan dibuat kumuh, kalau kumuh ya bagaimana pemandangannya ditutupi gubuk-gubuk? Wisatawan ke sini kan ingin lihat laut)," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Delya Octovie
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved