Berita Pasuruan

Kejari Bidik Dugaan Mark Up di Dispora Kabupaten Pasuruan, Begini Reaksi Kepala Dinas

Ķejari sedang mendalami kasus dugaan penyalahgunaan anggaran atau mark up di lingkungan Dispora Kabupaten Pasuruan.

Kejari Bidik Dugaan Mark Up di Dispora Kabupaten Pasuruan, Begini Reaksi Kepala Dinas
surya/galih lintartika
Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Pasuruan Denny Saputra 

SURYA.co.id | PASURUAN - Kejaksaan Negeri (Ķejari) Kabupaten Pasuruan sedang mendalami kasus dugaan penyalahgunaan anggaran di lingkungan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Pasuruan.

Bahkan, Korps Adhyaksa sudah menaikkan kasus dugaan penyalahgunaan anggaran ini ke tahap penyidikan. Artinya, tak lama lagi, akan muncul tersangka dalam kasus dugaan penyalahgunaan anggaran di Dispora Kabupaten Pasuruan ini.

Anggaran yang menjadi pantauan penyidik tim Kejari Kabupaten Pasuruan adalah anggaran tahun 2017. Di tahun itu, Dispora menjalankan banyak kegiatan, mulai dari pengadaan peralatan untuk perlengkapan kantor, hingga kegiatan seperti Pekan Seni dan Olahraga Madrasah Diniyah (Madin), jalan sehat sarungan dan lainnya.

Dari hasil pengumpulan barang bukti dan keterangan (pulbaket), tim penyidik menemukan sejumlah penyimpangan. Ada beberapa kegiatan yang menghabiskan sejumlah anggaran diduga kuat di mark up.

Hal itu diperkuat dengan banyaknya temuan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) kegiatan yang tidak dipenuhi sekaligus didukung oleh bukti kuat, akuntabel dan terpercaya.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Kabupaten Pasuruan, Denny Saputra, mengatakan kasus ini mencuat dari laporan yang didapatkan dari masyarakat.

Setelah itu, timnya bergerak untuk melakukan pulbaket.

Dari hasil pulbaket, pihaknya meyakini ada yang tidak beres dalam penggunaan anggaran tahun 2017 di Dispora.

Sejumlah kegiatan patut diduga dilakukan mark up alias tidak sesuai dengan perhitungan yang wajar.

"Kasusnya sudah di tahap penyidikan. Ada 24 saksi yang sudah kami periksa dan pemeriksaan saksi sudah selesai. Kami hanya menunggu hasil dari ahli untuk penghitungan nilai kerugian negara," kata Denny, sapaan akrabnya, Kamis (28/2/2019) siang.

Halaman
12
Penulis: Galih Lintartika
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved