Arema FC

Alasan PSSI Sebut Sanksi untuk Suporter Arema FC Yuli Sumpil dan Fandy Tidak Dapat Dilaksanakan

PSSI memutuskan sanksi terhadap dua suporter Arema FC Yuli Sumpil dan Fandi yang dilarang memasuki stadion tidak dapat dilaksanakan.

Alasan PSSI Sebut Sanksi untuk Suporter Arema FC Yuli Sumpil dan Fandy Tidak Dapat Dilaksanakan
surabaya.tribunnews.com/hayu yudha prabowo
Yuli Sumpil memimpin Aremania yang mendukung Arema FC saat melawan Metro FC di Stadion Gajayana, Selasa (20/11/2018). PSSI menyebut sanksi terhadap Yuli Sumpil tidak dapat dilaksanakan. 

SURYA.co.id | MALANG  - PSSI memutuskan sanksi terhadap dua suporter Arema FC  Yuli Sumpil dan  Fandi yang dilarang memasuki stadion tidak dapat dilaksanakan. Keputusan tersebut juga berlaku untuk supporter PERSIB Bandung yang dilarang masuk stadion tanpa atribut.

"Keputusan ini, diambil setelah dilakukan telaah panjang dan hati-hati. Dengan tujuan yang terukur, yaitu perbaikan kualitas penyelenggaraan pertandingan, dibarengi upaya edukasi supporter oleh Klub", demikan dikatakan Sekjen PSSI, Ratu Tisha, Kamis (28/2/2019).

Hal itu sebagai tindak lanjut amanah kongres PSSI 20 Januri 2019 di Bali terkait kewenangan EXCO untuk melakukan review terhadap keputusan Badan Yudisial. Terdapat 3 buah SK PSSI ditandatangani.

Satu SK fokus terhadap pelanggaran disiplin yang ditimbulkan oleh perilaku supporter yang mengakibatkan klub dijatuhi denda.

PSSI memutuskan untuk mengembalikan sebagian nilai denda kepada klub sebagai dukungan finansial dalam program edukasi supporter (fans management) yang harus dilakukan di klub.

Keputusan sekaligus program ini akan melibatkan semua klub peserta Kompetisi Liga-1 2018.

Kemudian, terdapat 3 SK lainnya, terkait implementasi keputusan komdis, yang tidak dapat dijalankan karena kondisi terkini infrastruktur kompetisi.

Jenis keputusan komdis yang dinilai tidak bisa dijalankan adalah, larangan kepada (individu) untuk memasuki stadion dan larangan bagi penonton masuk/menonton pertandingan di dalam stadion tanpa menggunakan atribut, termasuk nyanyian, koreo dan semua hal yang terafiliasi dengan klub.

Dua hal ini, PSSI menilai, dalam implementasiya tidak hanya mengalami kendala, akan tetapi justru berpotensi menimbulkan masalah baru, pelanggaran disiplin.

PSSI akan terus melanjutkan kajian, evalusi terhadap semua keputusan komdis lainnya, termasuk yang berhubungan dengan Kompetisi Liga-2.

Penulis: Dya Ayu
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved