Sambang Kampung

Warga Ketintang Pertahankan TPQ Untuk Bina Akhlaq Generasi Muda

Warga RT 02, RW 5 Kelurahan Ketintang, Kecamatan Gayungan memiliki fasilitas untuk menambah keilmuan agama para warganya melalui TPQ

Warga Ketintang Pertahankan TPQ Untuk Bina Akhlaq Generasi Muda
surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq
Sejumlah anak saat mengaji di TPQ musholla Al Ikhlas di kawasan Gayung Kebonsari, Selasa (25/2) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Warga RT 02, RW 5 Kelurahan Ketintang, Kecamatan Gayungan memiliki fasilitas untuk menambah keilmuan agama para warganya melalui TPQ dan pengajian rutin

TPQ yang berada di musolla dinamakan TPQ Musholla Al Ikhlas dibuat khusus untuk.anak-anak hingga remaja yang ingin belajar Tilawari hingga Al Quran.

Pengurus Takmir, Siti Siswati mengungkapkan, sejak ia tinggal di kawasan tersebut tahun 1981, kebiasaan warga dalam mengaji memang sudah lumrah. 

Kini untuk terus memberikan pelajatan agama di lingkup kampung, TPQ didirikan dengan pembiayaan dari infaq yang ada.

"Nggak cuma cucu-cucunya warga, sebagian dari kampung sebelah ya ngaji di sini setiap sore. Gratis, cuma.mereka biasanya tetap memberi infaq,"urainya.

Kebiasaan mengaji dan selingan hafalan Al Quran untuk anak-anak Sis, sapaan akrabnya dapat mempertahankan moral anak muda. Pasalnya di era modern ini banyak anak-anak yang sudah melupakan nilai-nilai moral dan keagamaan.

"Kalau ibu-ibunya juga rutin pengajian dan tafsir Al Quran. Kalau pengajian sebulan sekali di mushola, kalau tafsir awalnya hanya RT kami tapi sudah berkembang tingkat RW,"ungkapnya.

Setidaknya setiap sore sekitar 30 anak datang ke musholla untuk mengaji. Didampingi lima pengajar, anak-anak bergantian mengantri giliran mengaji dan menandai capaian ngaji yang mereka lakukan hari tersebut.

Siti Rofiqoh,pengajar sejak 2003 mengungkapkan lima pengajar di TPQ ini merupakan orang luar kampung yang di gaji oleh donatur. Setiap harinya Siti dan pengajar lainnya mendapat bagian sendiri-sendiri mengajar anak yang ada.

"Saya biasanya kebagian ngajar yang kecil, tetapi kalau ada yang izin pengajarnya ya bisa saya dampingi semua anaknya. Soalnya sebagian pengajar masih kuliah,"urainya.

Tak hanya belajar Tilawati dan membaca Al Quran dan menulis huruf arab, pada hari Jumat biasanya anak-anak  melakukan hafalan surat pendek dan doa sehari-hari. Bahkan mereka juga didampingi ikut beragam lomba hingga menjadi juara di berbagai kesempatan lomba.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved