Liputan Khusus

Turunkan Angka Stunting, Ini yang Dilakukan Pemprov Jatim

Ada tiga program yang tengah digalakkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menurunkan angka stunting.

Turunkan Angka Stunting, Ini yang Dilakukan Pemprov Jatim
surya.co.id/aflahul abidin
Kegiatan penimbangan bayi di Posyandu Kecubung, Desa Duko Tambin, Kecamatan Tragah, Bangkalan, Jumat (22/2/2019). 

Jika dirata-rata, ada tiga ibu meninggal saban dua hari.

Dari dua program itu, Kohar berharap daerah lokus stunting di Jatim bisa menurunkan kasus 1-2 persen.

Data Riskesdas menunjukkan, stunting di Jatim secara rata-rata turun dari 35,8 persen menjadi 32,81 persen dalam rentang lima tahun.

Sementara banyak daerah lokus stunting di Jatim yang angkanya di atas 40 persen.

“Yang bagus memang di bawah 20. Negara maju juga ada stuntingnya, tapi rendah, di angka itu,” ujarnya.

Kohar menjelaskan, stunting bukan hanya masalah fisik yang kecil.

Tapi juga berpengaruh pada kemampuan intelektual.

Anak yang mengalami stunting memiliki intelektual rendah.

Akibatnya, daya saing dan tingkat produktivitasnya pun rendah.

“Ujung-ujungnya, kemiskinan tak selesai-selesai,” ujarnya.

Namun, masalah stunting ini menjadi fokus berbagai instansi.

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Jatim Vitria Dewi menjelaskan, ada beberapa dinas lain yang juga punya andil dalam penangangan stunting.

Beberapa di antaranya, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pangan, Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial. (Aflahul Abidin/Wiwit Purwanto)

Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved