Liputan Khusus

News Analysis Pakar Gizi Jatim : Stunting Tak Hanya Terkait Tubuh Pendek, Penyebabnya Multi-Dimensi

Akses secara fisik, pangan di Jatim mencukupi. Tapi, secara ekonomi, belum tentu pangan itu bisa terbeli oleh masyarakat.

pixabay
Ilustrasi 

Di sana juga ada indikasi kemiskinan yang kemudian berdampak pada banyak hal: pendidikan, pola asuh, akses layanan kesehatan. Sangat kompleks.

Tapi, stunting itu multi-dimensi. Bukan sekadar pangan penyebabnya.

Tapi juga pola pengasuhan yang tidak baik, terbatasnya layanan kesahatan, kurangnya akses air bersih dan sanitasi.

Dr Ir Annis Catur Adi Msi
Dr Ir Annis Catur Adi Msi (surya.co.id/istimewa)

Stunting juga harus diluruskan. Banyak orang mengidentikkan stunting dengan badan pendek saja.

Padahal stunting itu kondisi gagal tumbuh anak akibat kekurangan gizi kronis.

Badan pendek hanya merupakan gagal tumbuh secara fisik.

Kondisi ini paling rentan terjadi sejak bayi dalam kandungan, awal kehidupan setelah lahir, hingga bayi usia 2 tahun.

Stunting juga bermasalah pada metabolisme tubuh.

Terbukti, anak-anak yang mengalami stunting juga punya risiko yang jauh lebih besar untuk mengidap penyakit yang tidak menular, seperti jantung, ginjal, stroke, dan kanker.

Memang, cara paling mudah untuk mendeteksi stunting di masyarakat adalah dengan pengukuran antropometri dengan melihat tinggi badan menurut umur.

Halaman
1234
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved