Berita Mojokerto

Jalan Raya Jasem Kabupaten Mojokerto Banyak Lubang, Ini yang Dilakukan Warga

Jalan Raya Jasem, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, berlubang, Senin (25/2/2019)

Jalan Raya Jasem Kabupaten Mojokerto Banyak Lubang, Ini yang Dilakukan Warga
surya/danendra kusumawardana
warga Jasem menaruh tong dan pohon pisang di salah satu lubang yang berada di Jalan Raya Jasem, Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Senin (25/2). 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Jalan Raya Jasem, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, berlubang, Senin (25/2/2019). Lubang itu berdiameter sekitar 80 cm-100 cm tersebar bahkan banyak pula di tengah jalan.

Kedalaman lubang di Jalan Raya Jasem bervariasi sekitar 15 cm sampai 25 cm. Karena cukup dalam warga Desa Jasem inisiatif menanam satu pohon pisang dan menaruh tong di salah satu lubang.

Pengendara yang melewati jalan berlubang tersebut terlihat zig-zag saat menghindari lubang. Tak sedikit pula pengendara yang tak paham medan, terperosok lubang jalan.

Warga Desa Jasem, Wati (42), mengatakan jalan berlubang di Jasem sudah ada sejak November tahun lalu. Namun hingga Februari 2019, jalan berlubang itu belum juga diperbaiki.

"Setiap musim penghujan Jalan Raya Jasem kerap berlubang," kata Wati kepada Surya.

Dia mengungkapkan yang menanam pohon pisang dan menaruh tong di salah satu lubang adalah warga Desa Jasem. Hal itu dilakukan agar pengendara motor tidak terperosok lubang.

"Pohon pisang dan tong adalah tanda kalau jalan itu berlubang. Pohon pisang dan tong diletakkan di salah satu lubang yang berada di tengah jalan," terangnya.

Dia menyebutkan akibat jalan berlubang yang tak kunjung diperbaiki beberapa pengendara mengalami kecelakaan. Beruntungnya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kecelakaan ini.

"Selama November sampai Februari sekitar 20 peristiwa kecelakaan terjadi. Rata-rata yang kecelakaan pengendara motor yang berasal dari luar Mojokerto yang tak tahu medan jalan," ungkapnya.

Sementara itu pengendara motor bernama Muhammad Ali (49), mengatakan, jalan berlubang di Jasem sangat berbahaya.

Selain lubang jalan cukup dalam, saat hujan lubang itu tak terlihat karena tergenang air.

"Beruntungnya warga memberikan tanda kalau jalan itu berlubang dengan tong dan pohon pisang, sehingga saya langsung mengurangi kecepatan saat melintas di sana. Saya berharap agar pemerintah lekas memperbaiki supaya tidak ada korban," tandas Ali.

Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved