Liputan Khusus

Diukur Tinggi Badannya di Posyandu, Supiah Kaget saat Tahu Si Kecil Alami Stunting

Beberapa orangtua juga menunjukkan wajah kaget ketika diberitahu, sang anak diduga mengalami stunting.

Diukur Tinggi Badannya di Posyandu, Supiah Kaget saat Tahu Si Kecil Alami Stunting
surya.co.id/aflahul abidin
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bangkalan Zainab Zuraidah Abdul Latif (kanan) mengukur tinggi badan salah satu anak di Posyandu Kecubung, Desa Duko Tambin, Kecamatan Tragah, Bangkalan, Jumat (22/2/2019). 

“Anak saya makan teratur. Pagi di jam mau sekolah, makan. Tiga kali sehari,” ujar dia.

Supiah punya dua anak. Si sulung, Sakroni, usianya setahun di atas Ulul.

Selama hamil, Supiah merasa biasa saja. Soal asupan gizi, ia tak begitu bisa memperhitungkan.

“Pokoknya, ada nasi, sayur, lauk,” katanya. Menu itu sama seperti menu sehari-hari ketika ia tak sedang hamil.

Dua bulan setelah melahirkan, ia menjalani kebiasaan yang dipercaya sejak oleh orang tuanya. Yakni, tidak makan ikan.

Orang-orang dulu mempercayai, tidak makan ikan setelah melahirkan dapat mempercepat keringnya plasenta.

Hal ini kemudian oleh kebanyakan ahli gizi dianggap sebagai pandangan yang keliru.

Pengetahuan soal stunting masih rendah di daerah tersebut.

Beberapa orang tua lain juga mengaku tak tahu tentang kondisi tersebut.

Istilah stunting tak umum terdengar di telinga mereka. Mereka lebih paham soal anak pendek.

Halaman
123
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved