Bocah 15 Tahun Ini Rudapaksa Kakak Kandung 40 Kali, Sapi & Kambing Sekali, Penyebabnya Film Panas

Polres Tanggamus akhirnya menetapkan status tersangka kepada JM (51) dan dua anaknya SA (23) dan YG (15) atas perilaku seks menyimpang kepada AG (18).

Editor: Iksan Fauzi
surya/didik mashudi
Foto tidak terkait berita. Bocah 15 Tahun Ini Rudapaksa Kakak Kandung 40 Kali, Sapi & Kambing Sekali, Penyebabnya Film Porno 

Bocah 15 tahun ini rudapaksa kakak kandung sebanyak 40 Kali. Tak Hanya itu, dia juga melakukannya pada sapi dan kambing. Penyebabnya, dia sering nonton film panas.

SURYA.co.id | LAMPUNG - Polres Tanggamus, Lampung akhirnya menetapkan status tersangka kepada JM (51) dan dua anaknya SA (23) dan YG (15) atas perilaku seks menyimpang kepada AG (18).

Ketiga pria itu tega melakukan pemerkosaan kepada AG yang mengalami keterbelakangan mental. Menurut Kanit PPA Inspektur Dua Primadona Laila mewakili Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Edi Qorinas, penetapan tersangka hasil gelar perkara dan pengakuan para pelaku. 

"Para tersangka melakukan seluruh persetubuhan kepada korban di dalam rumah yang mereka huni tepatnya di Pekon Panggung Rejo, Kecamatan Sukoharjo," kata Primadona, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, Sabtu 23 Februari 2019 2/19.

Mbah Mijan Komentari Suami Belah Perut Istri yang Viral di Whatsapp & IG, Bagikan Tips Hindari Emosi

Buntut Kasus Bidan yang Diperkosa 5 Orang di Ogan Ilir, Seorang Pria Dipaksa Mengaku hingga Masuk RS

AG, Gadis 18 Tahun Dirudapaksa Ayah, Kakak & Adik Laki-lakinya Tiap Hari saat Ibunya Bekerja

 

Bocah ini Masuk SD di Usia 8 Tahun, Kini Kariernya Sukses & Sempat Dipanggil Jokowi ke Istana Negara

Ia menjelaskan antara para pelaku dan korban semuanya satu keluarga, maka persetubuhan ini termasuk juga inces. Silsilah kerluarga tersebut ayah JM (44), lalu anaknya yang juga pelaku SA (23), kemudian AG (18) korban, dan terakhir YG (15) sebagai pelaku juga. Sedangkan CK istri JM dan ibu anak mereka sudah meninggal. 

JM, SA dan YG secara bergantian dalam kurun setahun mencabuli AG. Berdasarkan hasil pemeriksaan, JM mengaku lima kali mencabuli AG, kemudian SM sebanyak 120 kali, dan Y mengaku 40 kali. 

Lantas motif para pelaku menjadikan AG sebagai budak seks karena kondisi korban mengalami kekurangan mental. Hal itu dimanfaatkan mereka bertiga sebab dengan kondisi tersebut ketiganya aman karena AG tidak bisa berbuat apa pun untuk pembelaan. 

"Ketidakberdayaan itu motif ayah kandung korban melakukan persetubuhan itu," ujar Dona, sapaan Primadona. 

Ia menambahkan sedangkan untuk SA dan YG pun sama, yakni memanfaatkan keterbatasan lahiriah AG. Ditambah hobi keduanya yang jadi pecandu film porno yang di ponsel milik SA. Meski kini ponsel tersebut telah rusak. 

"Kedua tersangka lain, motifnya karena sering menonton film porno di hp. Dari situ mereka mulai menyetubuhi korban, namun handphone itu sendiri saat ini diakui tersangka sudah rusak," jelas Dona.

Kasus ini terbongkar dari laporan tetangga korban yang juga anggota Satgas Merah Putih Perlindungan Perempuan dan Anak. Pelapor melihat ketidakwajaran bentuk tubuh korban yang sebelumnya gemuk tapi kini kurus secara drastis. 

Peristiwa memilukan AG bermula sekitar awal tahun 2018, saat itu ibu korban yang berdomisili di Pekon Teba Bunuk Kecamatan Kota Agung Barat, Kabupaten Tanggamus meninggal dunia. 

Kemudian korban dibawa ayahnya ke Pekon Panggung Rejo, Kec. Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu dan di situlah kelakuan bejat para tersangka dimulai. Terlebih tidak ada yang melarangnya hingga mereka bergilir kapan saja hasrat persetubuhan timbul.  

Atas perbuatan itu ketiga tersangka dijerat pasal 81 ayat 3 UU RI no 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Ancaman pun ditambah sebab dilakukan oleh anggota keluarga sendiri, dengan status kandung. 

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved