Berita Mojokerto

Batik Trowulan Motif Kerajaan Majapahit dan Keris Nogososro Diminati Pasar di Bali

Batik Trowulan Motif Kerajaan Majapahit dan Keris Nogososro Diminati Pasar di Bali. Uul memulai membuat batik khas Trowulan sejak dua tahun yang lalu.

Batik Trowulan Motif Kerajaan Majapahit dan Keris Nogososro Diminati Pasar di Bali
SURYA.co.id/DANENDRA KUSUMAWARDHANA
Uul Fatkhurromah (41) (kiri) sedang membuat batik Trowulan, Sabtu (23/2). Batik Trowulan Motif Kerajaan Majapahit dan Keris Nogososro Diminati Pasar di Bali 

Batik Trowulan Motif Kerajaan Majapahit dan Keris Nogososro Diminati Pasar di Bali

SURYA.co.id l MOJOKERTO - Berangkat dari keinginan mengangkat potensi lain di tempat tinggalnya, Uul Fatkhurromah (41) membuat batik khas Trowulan. Uul memulai membuat batik khas Trowulan sejak dua tahun yang lalu.

"Umumnya Trowulan terkenal dengan potensi wisata budaya peninggalan Kerajaan Majapahit. Saya ingin mengangkat potensi lain dengan membuat kerajinan, yakni batik," katanya, Sabtu (23/2).

Saat ditemui dikediamannya Jalan Jambu Mente, Dusun Tlogo Gede, Desa Trowulan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Uul tengah sibuk menggoreskan ujung kuas yang berlumuran tinta di atas kain berwarna putih.

Tinta dari kuas itu mengisi ruang dari pola-pola garis (sketsa) berbentukdedaunan dan lambang kerajaan Majapahit yang sebelumnya dibuat Uul dengan pensil.

Saat menggoreskan kuas mata Uul tak berkedip.

Dia mengatakan, motif batik Trowulan memiliki ciri khas tersendiri. Selain motif dedaunan dan lambang Kerajaan Majapahit, motif lainnya yakni batik mojo (tanaman mojo) dan batik sulur Majapahit.

"Yang terbaru batik Keris Nogososro. Saya tak membuat motif yang identik dengan kerajaan Majapahit saja. Ada motif kuliner Trowulan yaitu sambal wader. Di dalam motif sambal wader terdapat cobek, ulekan, cabai dan tentunya ikan wader. Saya yang menciptakan motif-motif itu semua," ucapnya.

Dia menambahkan, ciri khas batik Trowulan terdapat pada warnanya. Warna batik Trowulan didominasi warna hijau dan warna merah batu bata.

"Ada dua varian warna, yakni warna sintetis dan warna alam," sebut ibu dua orang anak ini.

Halaman
12
Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved