Berita Pasuruan

2 Perusahaan di Kabupaten Pasuruan Bantah Buang Limbah Sembarangan, Pengolahan Sesuai Akreditasi

PT Mega Marine Pride dan PT Baramuda Bahari menyanyangkan aksi tutup saluran pembuangan limbah milik perusahaan

2 Perusahaan di Kabupaten Pasuruan Bantah Buang Limbah Sembarangan, Pengolahan Sesuai Akreditasi
surya/galih lintartika
Sistem instalasi pengolahan limbah cair milik PT Mega Marine Pride dan PT Baramuda Bahari sudah sesuai dengan standarusasi yang dikeluarkan UPTD Laboratorium Lingkungan milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan dan memenuhi baku mutu berdasarkan Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 72 Tahun 2018. 

SURYA.co.id | PASURUAN - PT Mega Marine Pride dan PT Baramuda Bahari menyanyangkan aksi tutup saluran pembuangan limbah milik perusahaan yang berada di Wonokoyo, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Kamis (21/2/2019) siang. Saat itu, sebagian warga dari Wonokoyo, Cangkringmalang, dan Gununggangsir ramai-ramai menutup paksa saluran pembuangan limbah milik dua perusahaan ini menggunakan pohon pisang, batu, pasir dan cor-coran.

Alasan penutupan saluran ini dikarenakan warga kecewa dengan sikap perusahaan yang membuang limbah secara sembarangan dan mengganggu lingkungan. Sudah diperingatkan, tapi tidak diperhatikan.

Namun, tudingan warga terhadap perusahaan yang diduga membuang limbah sembarangan dan berbahaya ini dibantah keras. Bahkan, perusahaan mengklaim sudah melakukan sistem pembuangan limbah sesuai dengan aturan yang ada.

Alasan Warga 3 Tiga Desa di Pasuruan Ramai-ramai Tutup Saluran Limbah 5 Perusahaan

Perusahaan pun memiliki sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang sudah memenuhi standarisasi.

Direktur Operasional PT Mega Marine Pride dan PT Baramuda Bahari, Yohanes Yoelianto, menjelaskan pihaknya adalah perusahaan pengolahan laut yang basisnya ekspor.

Ia mengaku perusahaannya ini sangat peduli dengan lingkungan, khususnya lingkungan di sekitar perusahaan.

Perusahaannya memiliki instalasi pengolahan limbah cair dengan kapasitas bak pengolahan yang mencukupi, sehingga tidak mungkin melepas limbah cair ke lingkungan tanpa melalui proses lebih dulu.

"Kami selalu koordinasi dengan DLH, dan konsultasikan ke ahli kami untuk menjaga agar instalasi pengolahan limbah cair kami selalu dalam kondisi optimal. Masukan saran dan hasil audit selalu kami perhatikan," kata Yohanes kepada Surya, Jumat (22/2/2019).

Bahkan, ia menyebut, uji baku mutu limbah cair dua perusahaan yang menjadi satu ini selalu memenuhi standar.

Ia pun menyampaikan, pihaknya juga menyiapkan bak pengolah tambahan untuk antisipasi kelonjakan saat pengolahan.

Halaman
123
Penulis: Galih Lintartika
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved