Berita Surabaya

Kemendikbud Soroti Dukungan Pemda untuk Pendidikan Vokasi, Ini Tujuannya

Pendidikan vokasi melalui jenjang SMK diharapkan tak hanya mendapat dukungan dari industri tetapi juga pemerintah kota maupun kabupaten

Kemendikbud Soroti Dukungan Pemda untuk Pendidikan Vokasi, Ini Tujuannya
surya/sulvi sofiana
Kepala Seksi Kerjasama Industri Direktorat Pembinaan SMK Kemendikbud, Yuliati Sri Nurhidayati (kerudung merah), saat melihat berbagai hasil karya siswa di SMKN 2 Surabaya 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pendidikan vokasi melalui jenjang SMK diharapkan tak hanya mendapat dukungan dari industri tetapi juga pemerintah kota maupun kabupaten. Meskipun pengelolaan SMK tak lagi di bawah pemerintah Kota dan Kabupaten.

Kepala Seksi Kerjasama Industri Direktorat Pembinaan SMK Kemendikbud, Yuliati Sri Nurhidayati, mengungkapkan Prakerin atau praktek kerja merupakan prasyarat siswa SMK untuk menuntaskan pendidikannya. Peran pemerintah daerah adalah mendukung program vokasional dengan menyediakan peluang praktek kerja di instansinya.

"PKL merupakan proses pembelajaran itu salah satu syarat lulus. Kalau tidak melalui magang ya tidak bisa. Justru Pemerintah yang tidak memfasilitasi Prakerin itu tidak mendukung SDM sendiri, kan pinter kan juga untuk daerah dan masyarakat, jadi harus diwadahi bukan malah dihambat," ungkap Yuliati Sri di sela program Link and Match di SMKN 2 Surabaya, Kamis (21/2/2018).

Ia menjelaskan pemerintah terus berupaya mendorong peningkatan kualitas pendidikan kejuruan, selain mengoptimalkan Prakarin juga mengoptimalkan kerjasama dengan menggandeng pihak swasta seperti, PT Astra Internasional Tbk.

"Ketersiapan didunia industri itu harus dipersiapkan, baik dari pembelajaran, PKL, kurikulum, tenaga pendidik, sertivikasi semua itu link and Match," terangnya.

Terkait kesempatan lulusan SMK didunia kerja Yuliati menjelaskan cukup bagus hampir 80-90 persen sudah terserap didunia kerja dari rata-rata 219 sekolah yang sudah unggul dalam pendidikan vokasi.

"Sekolah swasta juga kamibina mereka pengembanganya sama dengan negeri. Kompetisi ya sehingga pembinaan tidak kita bedakan, termasuk dari segi bantuan," paparnya.

Kepala SMKN 2 Surabaya, Djoko Pratmodjo, menambahkan agar siswa didik dapat lebih kompeten di dunia kerja strategi yang dilakukan dengan mengotimalkan menjalin kerjasama dengan dunia kerja.

Dengan begitu yang diharapkan tidak hanya para siswa dapat belajar tapi masuk didunia kerja.

"Kami banyak melakukan bekerjasama dengan sektor industri. Selain Astra ada lagi, Daihatsu juga sudah kerjasama. Kalau dulu kami berusaha anak anak lulus mencari pekerjaan tapi sekarang bagaimana perusahaan mencari kami," urainya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved