Sambang Kampung

Kader Indera, Warga Relawan yang Deteksi Sendiri Gangguan Penglihatan dan Pendengaran

Pembentukan kader indera ini dilatarbelakangi jumlah kasus penyakit mata dan telinga yang meningkat di Indonesia.

Kader Indera, Warga Relawan yang Deteksi Sendiri Gangguan Penglihatan dan Pendengaran
surabaya.tribunnews.com/habibur rohman
Kader Indera memperagakan cara cek kesehatan mata dan pendengaran di Puskesmas Wonokromo Surabaya, Rabu (20/2/2019). Keberadaan beberapa kader ini sebagai alat kontrol yang langsung berhubungan dengan warga sekitar. 

SURYA.co.id, SURABAYA - Kader Indera Wonokromo baru dibentuk secara resmi pada tahun 2018 lalu.

Pembentukan kader indera ini menurut Kepala Puskesmas Wonokromo, dr. Era Kartikawati, dilatarbelakangi jumlah kasus penyakit mata dan telinga yang meningkat di Indonesia.

"Di Indonesia memang meningkat kasus gangguan penglihatan dan pendengaran, sehingga Departemen Kesehatan membentuk kader indera, supaya masuk Pos Pembinaan Terpadu untuk Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM) kader sudah punya pengetahuan tentang indera. Kalau menemukan masalah, kader bisa lapor puskesmas," jelasnya, Rabu (20/2/2019).

Tugas kader indera adalah mendeteksi dini gangguan penglihatan dan pendengaran bagi seluruh warga Wonokromo.

Satu di antara kader indera, Tri Novita Wulandari (35), menyebut kader indera harus mencari warga yang mungkin terkena gangguan penglihatan dan pendengaran dengan berbagai cara, dan bergerak cepat.

Tri mengatakan, mereka melakukan pemeriksaan dengan mengundang warga ke Posbindu PTM satu bulan sekali.

Tiap warga hanya mendapat kesempatan sekali pemeriksaan.

Kemudian, kader juga menjemput bola, dengan memasuki segala macam kegiatan warga, mulai dari arisan, pertemuan karang taruna, rapat PKK, dan lain-lain.

"Kami datangi sekali sambil memeriksa. Kalau ada permasalahan, langsung dirujuk. Cara memeriksanya mudah, kok. Orang awam bisa melakukan dengan cara paling sederhana," jelas Tri.

Untuk pemeriksaan mata, Tri biasanya akan menempatkan warga berjarak 6 meter darinya, atau setara 12 langkah kaki.

Halaman
12
Penulis: Delya Octovie
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved