Breaking News:

Berita Kediri

Alasan Pemkot Kediri yang Minta Dana Bagi Hasil Cukai dan Tembakau (DBHCT) Ditambah 

Wakil Wali Kota Kediri Lilik Muhibbah menjelaskan pada 2018 Dana Bagi Hasil Cukai dan Tembakau (DBHCT) Kota Kediri Rp 60 miliar.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Parmin
surya.co.id|didik mashudi
Wakil Wali Kota Kediri Lilik Muhibbah memberikan penghargaan ketaatan dan ketertiban kepada pengguna jasa bea dan cukai di Hotel Lotus, Rabu (20/2/2019). 

SURYA.co.id | KEDIRI - Bila dibandingkan kota yang memiliki industri lebih merusak alam seperti pertambangan, Kota Kediri dengan industri tembakau masih mendapat porsi jauh lebih kecil dari penerimaan negara.

Wakil Wali Kota Kediri Lilik Muhibbah menjelaskan pada 2018 Dana Bagi Hasil Cukai dan Tembakau (DBHCT) Kota Kediri Rp 60 miliar. 

Angka ini cukup kecil bila dibanding dengan penerimaan KPPBC Tipe Madya Kediri sebesar Rp 18 triliun.

“Dana DBHCT yang selama ini kami terima kurang bisa dimaksimalkan," ungkap Lilik Muhibbah pada pemberian Penghargaan Pengguna Jasa Bea Cukai Kediri di Ballroom Hotel Lotus Garden, Rabu (20/2/2019).

Wawali berharap dana DBHCT yang mengalir ke Kota Kediri bertambah agar dapat dialokasikan untuk BPJS warga.

“Untuk periode kedua, kami berharap porsi DBHCT yang mengalir ke Kota Kediri bertambah," harapnya.

Karena Kota Kediri telah merencanakan mengalokasikan DBHCT untuk BPJS warga.

"Insya Allah dengan BPJS warga Kota Kediri bisa lebih sejahtera,” jelasnya.

Wawali juga berterima kasih kepada para penerima penghargaan atas ketaatan dan ketertibannya sebagai pengguna jasa bea cukai.

“Penghargaan ini hanyalah bonus yang terpenting adalah bagaimana kita dapat meningkatkan kinerja yang lebih baik,” ujarnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved