Berita Surabaya

7 CCTV Jembatan Karang Pilang Besok Sudah Diinstal, Pembuang Sampah ke Sungai akan 'Diviralkan'

Pemprov Jatim memastikan mulai besok kamera CCTV di Jembatan Karang Pilang bakal sudah terpasang

7 CCTV Jembatan Karang Pilang Besok Sudah Diinstal, Pembuang Sampah ke Sungai akan 'Diviralkan'
surya/fatimatuz zahro
Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat sosialisasi larangan membuang sampah popok ke sungai di Jembatan Karang Pilang, Minggu (17/2/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemprov Jatim memastikan mulai besok kamera CCTV di Jembatan Karang Pilang bakal sudah terpasang. Bagi masyarakat yang masih nekat membuang sampah popok ke sungai Brantas dari Jembatan Karang Pilang harus siap dengan konsekuensinya, yaitu diviralkan.

Dinas Kominfo Pemprov Jawa Timur, Rabu (20/2/2019), sudah melakukan rapat finalisasi dengan Sekdaprov untuk pemasangan CCTV di Jembatan Karang Pilang. Rencananya akan ada sebanyak tujuh CCTV yang akan dipasang untuk memantau para pembuang popok ke sungai.

"Besok sudah terpasang. Setidaknya besok dua atau tiga CCTV sudah terpasang di Jembatan Karang Pilang," kata Kepala Diskominfo Jawa Timur, Ardo Sahak pada Surya.

Dari tujuh CCTV yang akan dipasang, lima di antaranya akan dipasang di rangka jembatan Karang Pilang. Sedangkan dua sisanya akan dipasang di bawah jembatan. Sehingga akan secara utuh memberikan gambaran kondisi masyarakat yang masih berperilaku buruk membuang sampah popok ke badan sungai.

Tidak hanya kamera CCTV, namun dalam instalasinya, kamera CCTV di Jembatan Karang Pilang itu juga akan dilengkapi dengan loudspeaker yang terkonek langsung dari Diskominfo dan akan memberikan imbauan dan teguran langsung pada pembuang sampah popok ke sungai.

"Sesuai dengan semangat ibu gubernur untuk menjaga sungai, bahwa dampak gel dari sampah popok itu berbahaya, maka upaya edukatif untuk mengubah kultur tersebut maka pemasangan CCTV ini dilakukan," kata Ardo Sahak.

Dari pantauan CCTV itu, bagi yang masih nekat membuang sampah popok ke sungai maka akan dipublikasikan. Baik melalui media sosial maupun media yang dimiliki Pemprov Jawa Timur.

"Harapannya para pembuang sampah popok ke sungai akan terdukasi untuk menghapus budaya buruk membuang popok ke sungai," katanya.

Di sisi lain, Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengatakan langkah edukasi memviralkan pembuang sampah popok ke sungai ini akan dilakukan hingga enam bulan ke depan.

Namun setelah enam bulan itu, harus ada sanksi yang diberikan pada pembuang popok ke sungai.

"Nggak hanya kamera, kemarin memang saya minta supaya ada speakernya. Nah kalau masih ada yang membuang sampah popok, maka akan dishare ke media sosial, tapi ya dibuat blur begitu. Edukasi akan berjalan enam bulan, tapi setelah itu ya harus ada penalti," tegasnya.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved