Berita Kampus Surabaya

Tujuan STIE Perbanas Surabaya Gelar Lomba Kreasi Gerakan Paskibra, Baris - Berbaris Dipadu Budaya

Unit Kegiatan Mahasiswa Paskibra STIE Perbanas Surabaya kembali mengadakan Lomba Kreasi Gerakan Pasukan pengibar bender (Paskibra).

Tujuan STIE Perbanas Surabaya Gelar Lomba Kreasi Gerakan Paskibra, Baris - Berbaris Dipadu Budaya
surya.co.id/sulvi sofiana
Peserta lomba pasukan baris-berbaris (PBB) yang memadukan kreasi nasionalisme ini diadakan di Kampus 2 STIE Perbanas Surabaya Jalan Wonorejo Utara, Rungkut, Minggu (17/2/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA – Unit Kegiatan Mahasiswa Paskibra STIE Perbanas Surabaya kembali mengadakan Lomba Kreasi Gerakan Pasukan pengibar bender (Paskibra).

Ajang tahunan ini menjadi wadah yang dinantikan banyak siswa SMP dan SMA di Surabaya dan sekitarnya.

Acara lomba pasukan baris-berbaris (PBB) yang memadukan kreasi nasionalisme ini diadakan di Kampus 2 STIE Perbanas Surabaya Jalan Wonorejo Utara, Rungkut.

Feby Fatimahtuz Zahro,ketua pelaksana mengungkapkan lomba yang diikuti 33 tim tahun ini lebih meriah.

Pasalnya tidak hanya membawakan tarian tradisional, tetapi peserta bebas mengekspresikan kreativitas dalam formasi tambahan.

“Jadi kami mengemas aturan tidak hanya dengan tarian daerah saja, sekreatifnya peserta. Karena kami menonjolkan sisi Nasionalisme, jadi bisa baca puisi atau dance terserah,” urainya.

Lomba tersebut diikuti oleh siswa ditingkatan SMP dan SMA sederjat se-Jawa Timur yang tiap peleton terdiri dari 15 anggota dengan satu orang komandan peleton.

Setiap peleton yang mengikuti acara ini akan dinilai dari baris-berbaris, variasi serta gerakan kreasi yang turut dimasukkan ke baris berbaris meliputi segi gerakan, musik ataupun kostum.

Selain itu, dalam kompetisi kali ini juga terdapat pemenang dari segi supporter. Sehingga pendukung setiap tim tak hanya duduk diam menonton. Tetapi juga ikut tampil memberikan hiburan di sela penampilan baris berbaris paskibra.

Penampilan supporter menghebohkan juga tambak dari tim SMPN 48 Surabaya. Para siswa didampingi orang tua dan guru tampil memakai baju ala emak-emak dan tampil menyanyikan yel-yel semangat.

Sementara tim SMPN 48 Surabaya membawakan variasi tari kontemporer sebagai variasi dari pasukan baris berbaris.

Hal serupa juga terlihat saat penampilan SMAN 3 Surabaya. Adelia Putri Zainuri, official tim SMAN 3 Surabaya mengungkapkan tahun ini tim dari sekolahnya membawakan lebih banyak kreasi. Tak hanya tarian tradisional, tetapi dikolaborasikan dalam tarian modern.

“untuk gerakan variasi kami menampilkan kombinasi tari modern dengan tari tradisional dari Bali. Karena ada yang bisa nari,” urainya.

 Adel mengungkapkan ajang perlombaan ini menjadi kesempatan dirinya dan teman-temannya untuk mendapatkan prestasi. Pasalnya cukup jarang kompetisi yang bisa diikuti siswa dengan ekskul paskibra.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved