Senin, 18 Mei 2026

Sosok

Novelis LM Cendana Pesan Menulislah Sesuai Keinginan dan Kebahagiaan

Lovita Martafabella Cendana atau yang lebih akrab dipanggil LM Cendana adalah salah satu novelis muda Indonesia.

Tayang:
Editor: Fatkhul Alami
Surabaya.Tribunnews.com/Christine Ayu Nurchayanti
Lovita Martafabella Cendana atau yang lebih akrab dipanggil LM Cendana adalah salah satu novelis muda Indonesia. 

SURYA.co.id  | SURABAYA - Lovita Martafabella Cendana atau yang lebih akrab dipanggil LM Cendana adalah salah satu novelis muda Indonesia.

Gadis kelahiran 30 Mei 1994 ini menuturkan bahwa dirinya mencintai dunia mengarang sejak kecil

"Sejak SD suka membaca buku. Berawal dari suka, akhirnya ingin menulis buku sendiri. Ketika SMP, saya suka baca karya-karya JK Rowling, Agatha Christie, Enid Blyton, JRR Tolken, RL Stine, hingga Meg Cabot," tutur alumnus S-1 Sastra Indonesia Unair ini.

Selain itu, pengarang yang sempat berkali-kali berganti nama pena mulai dari Loveyta Chen, Lovita M Cendana, hingga LM Cendana ini mengaku, ia juga gemar menonton film mulai dari film anak-anak, romance hingga drama korea.

LM Cendana menuturkan, ia telah menerbitkan belasan novel baik cetak maupun cyber. Novel pertamanya, "Summer" (Bentang Belia, 2012) menjadi naskah pilihan lomba novel 30 hari 30 buku Bentang Belia.

Akun wattpadnya, @cendarkna, sudah diikuti 110 ribu orang. Karya-karyanya bahkan sudah dibaca ribuan bahkan jutaan viewer. Seperti "Gincu" yang sampai saat ini mencapai 1,9 juta viewer.

LM Cendana mengungkapkan, dirinya mendapat dukungan penuh dari keluarga dan pembacanya.

"Keluarga selalu support semua yang saya kerjakan. Para pembaca saya juga senantiasa mendukung saya untuk tetap menulis," tutur 20 besar Inari Writing Festival ini.

Mengenai pengalaman unik, LM Cendana menceritakan mengenai beberapa ceritanya yang kemudian terjadi di dunia nyata.

"Jadi ada beberapa cerita yang saya tulis terus kejadian di dunia nyata. Misalnya di novel "Helenina". Di novel itu saya bercerita mengenai perstiwa sianida di sebuah kafe. Eh ternyata nggak lama ada peristiwa pembunuhan yang pakai sianida yang kejadiannya juga di kafe," tutur LM Cendana.

"Saya juga pernah cerita mengenai sleeping beauty syndrom di novel "Klandestin". Terus ternyata kejadian lagi ada orang Indonesia yang kena itu dan  satu-satunya di Indonesia, mirip cerita saya juga," imbuhnya.

Mengenai penggambaran latar cerita dalam setiap novelnya, LM Cendana mendapatkan referensi melalui film dan membaca buku.

"Misalnya menggambarkan masa lampau, saya lihat film-film yang settingnya sesuai. Kemudian untuk detail-detailnya saya membaca beberapa buku yang relevan," jelasnya.

LM Cendana juga memberikan tips bagi yang ingin menulis.

"Menulislah sesuai keinginanmu. Menulislah untuk kebahagiaannmu. Kalau lagi writer's block jangan dipaksa menulis. Istirahatlah sejanak," pungkasnya. (Christine Ayu Nurchayanti )

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved