Berita Ngawi

Seorang Kades di Ngawi Ditangkap Aparat saat Panggul Kayu Jati Curian, Aksinya Dibantu Teman 

Kades Begal, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi Yusuf Setyono (43) ditangkap aparat gabungan Polres Ngawi dan Polisi Khusus (Polsus) PT Perhutani.

Seorang Kades di Ngawi Ditangkap Aparat saat Panggul Kayu Jati Curian, Aksinya Dibantu Teman 
surya.co.id/doni prasetyo
Petugas gabungan Polres Ngawi dan Polisi Khusus PT Perhutani menangkap penjarah hutan jati yang meresahkan warga dan aparat setempat. 

SURYA.co.id | NGAWI -  Kades Begal, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi Yusuf Setyono (43) ditangkap aparat gabungan Polres Ngawi dan Polisi Khusus (Polsus) PT Perhutani, Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Ngawi, di samping rumahnya usai menurunkan kayu jati yang di panggulnya.

Yusuf tidak sendirian dalam aksinya. Dia ditemani Sigit Setyawan (30) warga Desa/Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi.

Menurut Suswantoro, salah seorang anggota Polsus PT Perhutani yang dikonfirmasi, membenarkan, pencurian yang sekarang terjadi, dan beberapa waktu lalu, pelakunya orang orang yang sama.

"Kecurigaan kami sebagai penjaga hutan, setelah melihat banyaknya tegakkan berupa tanaman kayu jati, banyak yang hilang, hilangnya kayu kayu itu setelah kami lakukan penyelidikkan, mengarah ke Kades Begal,"kata Suswantoro, Kamis (14/2-2019).

Setelah mendapat into, lanjut Suswantoro, PT Perhutani berkoordinasi dengan Polres Ngawi untuk rencana melakukan penyergapan kepada Kades Begal dan temannya yang informasinya, kedua orang ini yang menghabiskan kayu Jati di hutan wilayah Kedunggalar.

"Dalam penyergapan pelaku ilegal logging itu, kedua pelaku sekaligus berhasil kami tangkap, tepat di samping rumah Yusuf Setyono, Kades begal itu,"ujar Suswantoro.

Dikatakan Suswantoro, setelah kedua pelaku ilegal logging berhasil kami tangkap tanpa perlawanan di halaman samping rumah Yusuf Setyono. Petugas gabungan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di petak 26, masuk RPH Begal.

"Setelah dilakukan pengembangan, aparat gabungan itu menemukan puluhan batang kayu Jati yang diduga kuat curian sudah dalam keadaan setengah jadi dengan berbagai ukuran yang disimpan di beberapa lokasi," jelas Suswantoro.

Aparat gabungan itu berhasil mengamankan sebanyak 20 batang kayu yang sudah setengah olahan dengan berbagai ukuran, yang diduga sesuai pesanan warga di kuar Ngawi.

"Selain menyita 20 batang kayu setengah olahan berbagai ukuran yang disembunyikan di hutan. Aparat keamanan gabungan juga mengamankan gergajj mesin, yang disimpan di kolong tempat tidur kamar tersangka,"kata Suswarsono.

Sedang Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reserse) Kriminal Polres Ngawi, AKP Muh Indra Nadjib menyebutkan seandainya terbukti melibatkan aparat, Polisi tidak segan segan akan memproses lanjut pelaku ilegal logging.

"Sampai sekarang masih kita lakukan pemeriksaan dan juga cek kayu. Kami juga mengamankan dua unit gerobak kayu berukuran besar untuk mengangkut kayu hasil penjarahan di hutan jati wilayah Desa Begal,"kata Kasat Reskrim Muh Indra Nadjib seraya mengatakan, kedua pelaku masih diperiksa di ruang unit Reskrim.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved