Breaking News:

Berita Surabaya

Risma Sebut Pengamen Bisa Ngamen di Taman Bahkan Digaji Pemkot, Begini Syaratnya

Pengamen bisa melakukan aktivitas mengamen di taman-taman pemkot Surabaya, bahkan juga digaji Pemkot Surabaya dengan syarat daftar ke Dinas Pariwisata

Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: irwan sy
surya/pipit maulidiya
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini 

SURYA.co.id | SURABAYA - Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, menanggapi aksi demo para pengamen Rakyat Jelata Community (RJC) di depan Kantor DPRD Kota Surabaya, Selasa (12/2/2019). Menurut Risma Perda Nomor 2/2014 tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum, khususnya Pada Bab VIII Tertib Sosial di Pasal 35 tidak bisa ditawar lagi.

Disebutkan jelas bahwa setiap orang dilarang beraktivitas sebagai pengamen, pedagang asongan dan atau pengelap mobil di jalanan, persimpangan jalan, jalan tol atau kawasan tertentu.

Menurut Risma, sebagai gantinya mereka bisa melakukan aktivitas mengamen di taman-taman pemkot Surabaya. Selain itu, mereka juga digaji oleh Pemkot Surabaya.

"Daftar dulu ke Dinas Pariwisata, nanti malah kita bayar. Jangan di jalan," kata Risma.

Demo Tolak Perda Larangan Mengamen, Begini Tuntutan Pengamen Surabaya

Aktivitas mereka di taman akan dibayar oleh pemkot Surabaya, mereka pun boleh meletakkan kaleng saat mengamen. Hanya saja ada larangan untuk meminta-minta kepada para pengunjung taman.

Risma menceritakan dia pun sudah meminta Dinas Pariwisata menambah porsi dalam menyanyikan lagu.

Dia pun yakin ada beberapa anak band dari Sambikerep yang sampai saat ini hidup dari kegiatannya mengamen di taman.

"Musik Indie juga boleh. Harus daftar dulu Dinas Pariwisata, karena ada pertanggungjawaban. Ada hadrah juga, boleh semua jenis musik boleh. Pokoknya tidak merusak," tutupnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved