Berita Sidoarjo

Rekayasa Lalu Lintas Diperlukan Selama Pembangunan Frontage Road Sidoarjo

Kemacetan di sepanjang jalan Waru sampai Buduran terus terjadi. Utamanya ketika jam-jam sibuk pada pagi dan sore hari. Solusinya, perlu rekayasa lalin

Rekayasa Lalu Lintas Diperlukan Selama Pembangunan Frontage Road Sidoarjo
surabaya.tribunnews.com/m taufik
Ruwetnya perempatan Gedangan, Sidoarjo, setiap pagi dan sore hari 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Kemacetan di sepanjang jalan Waru sampai Buduran terus terjadi. Utamanya ketika jam-jam sibuk pada pagi dan sore hari.

Bertahun-tahun kondisi itu tak segera terselesaikan. Rencana pembangunan frontage road sebagai solusi yang sejak enam tahun lalu direncanakan juga tak kunjung selesai hingga sekarang.

Menanggapi keluhan itu, Ketua DPRD Sidoarjo, Sullamul Hadi Nurmawan menyebut bahwa frontage road terus dikebut dan dijadwalkan rampung pada tahun 2020 mendatang.

Sejak tahun kemarin, anggaran untuk membangun jalan sepanjang 9,2 kilometer itu terus digelontor.

"Tahun ini anggaran dari APBD sebanyak Rp 175 miliar dengan rincian Rp 100 miliar untuk pembangunan, sisanya untuk melanjutkan pembebasan lahan," urai Wawan, panggilan Sullamul Hadi Nurmawan.

Sambil menunggu proses pembangunan frontage road tuntas, pihaknya juga menilai perlu ada rekayasa lalu lintas untuk mengatasi kemacetan atau kepadatan lalu lintas di kawasan itu.

"Utamanya saat jam sibuk, pagi dan sore. Kami rasa bisa direkayasa dengan beberapa cara. Mungkin ada pembatasan jam untuk kendaraan besar, rekayasa dengan menutup titik putar balik, dibuat satu arah di titik tertentu, dan beberapa rekayasa lain," urai kader PKB tersebut di sela kesibukannya.

Yang terpenting, tandas Wawan, kepadatan dan kemacetan bisa teratasi. Sambil menunggu frontage road tuntas dibangun dan bisa dioperasikan.

Di sisi lain, ternyata Dinas Perhubungan (Dishub) Sidoarjo juga sedang merancang kajian kemacetan untuk mengatasi kondisi jalan di sepanjang Waru hingga Buduran.

Menurut Kepala Dishub Sidoarjo Bahrul Amig, kepadatan jalan Waru hingga Buduran terus meningkat. Penyebab utamanya penambahan kendaraan.

Halaman
12
Penulis: M Taufik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved