Berita Surabaya

Khofifah Tak Tempati Rumah Dinas Dulu Usai Dilantik, Emil Malah Tinggal di Kontrakan. Ini Alasannya

Khofifah mengatakan dirinya masih akan tinggal di rumahnya di Jemursari, Emil malah akan tinggal di rumah yang ia kontrak di kawasan Sidosermo

Khofifah Tak Tempati Rumah Dinas Dulu Usai Dilantik, Emil Malah Tinggal di Kontrakan. Ini Alasannya
surya/fatimatuz zahro
Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak bersama Gubernur Soekarwo saat acara pamitan, Senin (11/2/2019) malam. Khofifah mengaku belum berencana tinggal di rumah dinas usai dilantik, bahkan Emil akan tinggal di rumah kontrakan. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak yang bakal resmi dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur besok, Rabu (13/2/2019), di Istana Negara, kompak tak ingin buru-buru menghuni rumah dinas sebagai fasilitas penunjang.

Khofifah mengatakan dirinya masih akan tinggal di rumahnya di Jemursari alih-alih menempati rumah rumah dinas di Grahadi. 

"Ya nanti diikuti proses berikutnya. Saat saya jadi menteri juga masih tinggal di rumah pribadi meski rumahnya di gang kecil," kata Khofifah, Selasa (12/2/2019).

Sebagaimana diketahui Khofifah juga memiliki rumah pribadi di Jakarta di bilangan Pengadegan yang tetap ia tempati selama menjabat sebagai Menteri Sosial. 

Menurutnya, yang menjadi fokus adalah kinerja dan produktivitas. Gubernur perempuan pertama Jawa Timur itu bahkan berkomitmen langsung kerja begitu dilantik. 

"Saya ikuti format yang ada saja, tanpa harus mengurangi produktivitas. Lagi pula, Jemursari dekat rek," tambahnya.

Hal senada juga disampaikan Emil Elestianto Dardak. Emil malah akan tinggal di rumah yang ia kontrak di kawasan Sidosermo. Rumah itu dulu adalah yang ia sewa juga saat masa kampanye Pilgub 2018.

"Selama kampanye saya kontrak rumah bersama istri dan anak-anak di dekat rumah Bu Khofifah. Jadi tinggal lanjutin lagi. Kami tak buru-buru," imbuh Emil.

Arumi mengamini yang disampaikan Emil Dardak. Menurutnya, boyongan rumah butuh waktu yang banyak dan tak bisa cepat.

"Buru-buru kerja, boyongan lama," komentar Arumi.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved