Lifestyle

Ulang Tahun Ke-4, SZ Model Management Peragakan Koleksi Muslim Sutra Makassar Karya Dhyani Prima

Merayakan ulang tahunnya yang ke-4, SZ Model Management menggelar rangkaian acara selama dua hari, mulai 9-10 February 2019, di atrium Tunjungan Plaza

Penulis: Delya Octovie | Editor: Iksan Fauzi
SURYA.co.id/HABIBUR ROHMAN
Ulang Tahun Ke-4, SZ Model Management Peragakan Koleksi Muslim Sutra Makassar Karya Dhyani Prima di Tunjungan Plaza, Surabaya, Sabtu (9/2/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Merayakan ulang tahunnya yang ke-4, SZ Model Management menggelar rangkaian acara selama dua hari, mulai 9-10 February 2019, di atrium Tunjungan Plaza 2 Surabaya.

Di antaranya adalah pemilihan model muslim syari, talkshow, fashion show, lomba MC, sekaligus pesta kelulusan SZ Model Management Batch 13.

"Kami juga ada kolaborasi bareng manajemen model muslim Kuala Lumpur. Saya mengajak mereka karena kami punya misi sama, yakni memberdayakan model muslim. Saya dengar walau di Kuala Lumpur didominasi perempuan berhijab, event seperti ini sulit," tutur Suci Agustina, Founder dan CEO SZ Model Management, Sabtu (9/2/2019).

Inspirasi Playful VS Glamour Make Up untuk Hari Valentine dari MUA Grace Dei

Pertamina Turunkan Harga BBM hingga Rp 800 Per Liter Berlaku Mulai Minggu 10 Februari 2019 Dini Hari

Satu di antara gelaran fashion show merupakan kerja sama dengan desainer muslim Jakarta, Dhyani Prima, yang juga pemilik brand Dhyani Prima Collection dan Dhys Syari.

Ia menampilkan tujuh karya desain yang semuanya terdapat unsur sutra Makassar.

Rupanya, tema Makassar sudah diangkat Dhyani selama dua tahun ini.

"Saya ambil tema Makassar, jadi ada campuran sutra Makassar yang dikombinasi dengan bahan-bahan lain seperti sifon, plisket, satin dan jacquard," jelasnya.

Ia memilih sutra Makassar karena menurutnya, motif sutra Makassar belum tenar dibandingkan dengan songket.

Padahal, katanya, sutra Makassar cocok dipakai untuk acara formal maupun non, model lebih banyak, dan cocok dikenakan anak muda maupun dewasa.

"Kemarin saya sempat membawa karya sutra Makassar ke Malaysia. Saya ingin menunjukkan bahwa kain tradisional Indonesia itu tidak hanya songket dan batik saja. Mereka rata-rata tahunya hanya itu," ujarnya.

Dhyani mengaku sangat menyukai sutra Makassar karena warna-warna cerahnya, yakni dominan kuning, hijau dan merah.

Tetapi, konsumen Indonesia belum banyak yang percaya diri mengenakan warna 'berani'.

Karenanya, ia mengombinasikan dengan warna netral seperti hitam dan cokelat.

"Responnya bagus sekali, apalagi masyarakat Makassar, mereka senang sekali. Dengan begini, orang luar jadi tahu tentang sutra khas mereka," katanya.

Orang-orang juga terlanjur mengecap sutra Makassar sebagai kain yang mahal.

Dhyani ingin kesan mahal tersebut hilang, karena sudah banyak sutra Makassar yang dipadu benang biasa.

Menyambut tahun ke-4 agensi modelnya, Suci berharap ia bisa mewujudkan pembukaan cabang terbaru di Tangerang.

Selain itu, ia juga ingin semakin banyak muslimah yang bergabung dengan SZ Model Management demi meningkatkan soft skill mereka.

"Inginnya yang bergabung tidak hanya model, tapi hijabers lainnya juga. Model bukan berarti harus tinggi, kurus. Kami juga mengajarkan berani, percaya diri, attitude, cara bicara, on time, jadi lebih ditekankan itu. Ini tidak sekadar jalan di atas panggung," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved