single Focus
Layanan Setengah Hati Ojek Online: Driver Mengaku Sering Dapat Order Jauh saat Hujan
Mohammad Wahid (28) mengungkapkan beberapa pengemudi lebih memilih mengejar poin setiap transaksi ojek.
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Kondisi hujan membuat lalu-lintas bisa berpotensi makin macet. Orang akan cenderung memilih meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi publik atau ojek online. Sayangnya tak semua pengemudi ojek online ini bersedia mengambil penumpang saat hujan.
Hal ini tetunya berimbas pada pengemudi yang memang berniat untuk tetap mencari penumpang meskipun hujan.
Mohammad Wahid (28) mengungkapkan beberapa pengemudi lebih memilih mengejar poin setiap transaksi ojek. Sehingga ia bisa mendapat penghasilan dari ojek dan bonus dari penyedia aplikasi.
“Kalau ngejar poin biasanya kalau poinnya banyak nggak mau susah-susah narik pas hujan,” ungkapnya.
Hal ini menurutnya berimbas dengan penolakan order dan permintaan ojek akhirnya sampai pada pengemudi yang jaraknya cukup jauh dari penumpang.
“Kalau orderan jauh gini, biasanya ada yang mau saja asalkan penumpangnya mau nunggu. Namanya cari uang,” ungkap warga Sumenep yang merantau ke Surabaya.
Hal serupa diungkapkan Yulius (31), yang menjadi ojek online sebagai sampingan pekerjaannya. Ia pun tidak ambil pusing jika hujan. Ia memilih untuk mengambil penumpang saat ia benar-benr tidak merasa kerepotan.
“Kalau hujan deras biasanya nggak ambil, karena jas hujan saya yang kelelawar. Nanti basah semua penumpangnya,” ujarnya.
Namun, ia biasanya menjelaskan hal ini kepada penumpangnya terlebih dahulu. Jika memang keberatan maka ia memilih untuk meminta penumpang membatalkan pesannnya.
"Tapi memang ribet kalau pakai jas hujan, belum tentu penumpang atau makanan selamat. Jadi mending nggak usah,"pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/pengemudi-ojek-online-ojol-melintas-di-jl-gubernur-suryo-kamis-72.jpg)