Berita Surabaya

Di Makam WR Soepratman, Musisi Surabaya Gelar Aksi Tolak RUU Permusikan. Begini Aspirasinya

Musisi Surabaya berkunjung ke makam pahlawan WR Soepratman gelar aksi penolakan RUU Permusikan

Di Makam WR Soepratman, Musisi Surabaya Gelar Aksi Tolak RUU Permusikan. Begini Aspirasinya
surya/ahmad zaimul haq
Musisi Surabaya gelar aksi tolak RUU Permusikan di makam WR Soepratman 

SURYA.co.id | SURABAYA - Musisi Surabaya berkunjung ke makam pahlawan WR Soepratman. Mereka membentuk lingkaran di sisi makam sambil memanjatkan doa bersama. Para musisi ini melakukan aksi penolakan terhadap Rancanagan Undang Undang (RUU) Permusikan oleh DRR RI yang sedang jadi isu nasional saat ini.

'Kesenian bukan bisnis kekuasaan', 'tolak RUU permusikan', 'Bagaimana mungkin pikiran dipenjara'. Begitu kalimat-kalimat penolakan yang tertulis mewarnai aksi.

Koordinator aksi musisi Surabaya, Ndimas Narko Utomo, mengatakan kegiatan ini dilakukan oleh gabungan musisi Surabaya, yang peduli terhadap RUU Permusikan.

"Ada beberapa teman dari Risalah Pena Merah, Surabaya Melawan, Pemuda Cokro, dan beberapa teman lain yang peduli terhadap RUU Permusikan. Bila perlu kita akan menggeruduk DPRD Jatim, Kamis nanti," kata Ndimas usai aksi, Minggu (10/2/2019).

Ndimas mengaku, kunjungannya ke makam pahlawan nasional WR Soepratman adalah bentuk perlawanan RUU Permusikan.

Menurut dia, WR Soepratman adalah salah satu tokoh yang menggunakan musik sebagai alat perjuangan menyatukan seluruh rakyat Indonesia.

"Kami menggunakan energi WR Soepratman untuk menolak RUU Permusikan, karena RUU ini juga salah satu bentuk pengekangan dan penindasan terhadap kreativitas," tegasnya.

Salah satu poin RUU yang mereka tolak adalah pelarangan terhadap lagu-lagu bertema isu sosial, dengan alasan tidak boleh adanya provokasi.

"Di situ nanti akhirnya pemerintah ini yang bermain, kemungkinan pemerintah baru anti kritik, mau jadi apa negeri kita? Ketika teman-teman musisi dibungkam, apa kabar dengan teman-teman tari, teater, sastra dan teman-teman yang berada di dunia kreatif akan dikekang juga. Makanya kami bersikap menolak RUU itu," terangnya.

Usai berdoa, musisi yang mengaku dari berbagai komunitas itu melakukan aksi membaca puisi, persis di halaman makam pencipta lagu Indonesia Raya, WR Soepratman.

Ndimas mengatakan setelah aksi berdoa bersama, mereka akan menggelar diskusi RUU Musik di Warung Mbah Cokro, Surabaya pukul 15.00 WIB.

Nantinya dalam diskusi, ada tiga opsi yang akan dimunculkan.

Pertama menolak keseluruhan RUU Permusikan karena dari awal pembahasan hingga draf RUU tidak ada kajian akademis yang komprehensif dan mengancam keberadaan ekosistem kesenian nasional.

Kedua, merevisi total atau merevisi 19 pasal yang bermasalah serta mengganti nama RUU ini yang bernuansa teknis dan aplikatif. Bukan mengatur proses kreatif dalam bermusik.

Dan terakhir meluluskan RUU ini seperti yang diusulkan oleh DPR-RI.

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved