Berita Surabaya

3 Tahun 70 Kasus Kekerasan pada Jurnalis, AJI Surabaya : Pemerintah Belum Lindungi Nyawa Jurnalis

Selama 3 tahun, ada 70 kasus kekerasan pada jurnalis. AJI Surabaya pun menilai, pemerintah belum melindungi nyawa jurnalis.

3 Tahun 70 Kasus Kekerasan pada Jurnalis, AJI Surabaya : Pemerintah Belum Lindungi Nyawa Jurnalis
SURYA.co.id/Luhur Pambudi
Selama 3 Tahun Ada 70 Kasus Kekerasan pada Jurnalis, AJI Surabaya: Pemerintah Belum Lindungi Nyawa Jurnalis. Massa dari anggota AJI se-Jatim menggelar aksi di depan KBS Surabaya, Sabtu (9/2/2019). 

Selama 3 tahun, ada 70 kasus kekerasan pada jurnalis. AJI Surabaya pun menilai, pemerintah belum melindungi nyawa jurnalis.

SURYA.co.id | SURABAYA - Aliansi Jurnalis Independen atau AJI Surabaya mencatat ada peningkatan kekerasan jurnalis dalam kurun tiga tahun terakhir.

Hingga tahun ini, menurut Sasmito Koordinator Bidang Advokasi AJI Indonesia, sedikitnya ada 70 kasus kekerasan jurnalis di Indonesia.

Sementara itu, terhitung sedikitnya delapan kasus pembunuhan jurnalis yang belum terungkap hingga hari ini.

"Kekerasan pada jurnalis yang meningkat, tahun terakhir jumlah kekerasan kita meningkat 64 hingga 70 kasus," katanya pada awak media di sela demonstrasi saat peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2019 di Surabaya , Sabtu (9/2/2019).

AJI Surabaya Protes Remisi Pembunuh Jurnalis Bali Saat Hari Pers Nasional (HPN) 2019 di Surabaya

Kisah Sukses Bos Kapal Api Diawali dari Jadi Kernet Bemo di Surabaya, Wonokromo Wonokromo Rp 200

Delapan kasus pembunuhan jurnalis itu, lanjut Sasmito, karena berkaitan dengan kasus korupsi oknum pejabat yang diungkap jurnalis.

"Angka itu kami sebut dark number," lanjutnya.

Kasus pembunuhan AA Gde Bagus Prabangsa Wartawan Radar Bali, yang jasadnya ditemukan di laut Padangbai, Klungkung, Bali 16 Februari 2009, menjadi kasus kesekian kekerasan jurnalis yang dicatat AJI.

Sasmito menganggap, meningkatnya kasus kekerasan jurnalis itu sebenarnya menunjukkan, pemerintah belum memiliki kebijakan nyang pasti dalam melindungi nyawa para jurnalis tanah air.

Pertamina Turunkan Harga BBM hingga Rp 800 Per Liter Berlaku Mulai Minggu 10 Februari 2019 Dini Hari

Mucikari F Terlibat Prostitusi Online Menikmati Udara Segar 3 Minggu, Bagaimana Vanessa Angel?

Banyak SMK Tak Laku, Dindik Jatim Dorong Pengelola Sekolah Sosialisasikan Jurusan kepada Masyarakat

Sejak tahun 1996, AJI menyebut tercatat ada 11 kasus kekerasan yang dialami jurnalis.

"Padahal setiap tahun Hari Pers Nasional selalu kita rayakan, tapi mengapa tidak pernah memasukkan isu ini didalamnya," kata Miftah Farid Ketua AJI Surabaya.

Kasus kekerasan dan pembunuhan yang terjadi pada Jurnalis sebernarnya merugikan masyarakat.

Masyarakat tidak bisa memperoleh kebenaran yang sesungguhnya dari pemerintah yang genah duduk dikursi kekuasaan.

"jurnalis adalah orang yang berani mengungkap informasi tentang adanya korupsi di pemerintahan kalau jurnalis dibunuh maka masyarakat tidak akan tahu kalau ada hal buruk yang terjadi di pemerintah," tandasnya. (Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi)

Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved