Pilpres

Sidang Ratna Sarumpaet Bakal Hujan Kejutan, Kubu Prabowo Harus Siap, Ini Penjelasan Pengamat

Sidang perdana kasus hoaks Ratna Sarumpaet dinanti-nanti publik. Banyak kalangan mempediksi pada sidang Ratna Sarumpaet nanti hujan kejutan.

Sidang Ratna Sarumpaet Bakal Hujan Kejutan, Kubu Prabowo Harus Siap, Ini Penjelasan Pengamat
Tribunnews/Jeprima
Tersangka penyebaran hoax dan ujaran kebencian Ratna Sarumpaet saat mengenakan rompi tahanan Kejari usai menjalani pelimpahan tahap dua berita acara pemeriksaan (BAP) di Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan, Kamis (31/1/2019). Ratna Sarumpaet kembali dititipkan oleh pihak Kejari Jakarta Selatan ke Rutan Polda Metro Jaya untuk 20 hari ke depan. Alasan Kubu Prabowo-Sandi Tak Pernah Jenguk Ratu Hoaks Ratna Sarumpaet di Penjara, Fadli : Jengkel ! 

SURYA.co.id - Sidang perdana kasus hoaks Ratna Sarumpaet dinanti-nanti publik. Banyak kalangan mempediksi pada sidang Ratna Sarumpaet nanti hujan kejutan.

Pakar Hukum Saor Siagian dalam kesempatan menjadi pembicara diskusi publik bertema "Hukum Era Jokowi: Hoax Ratna Sarumpaet Murni Pidana atau Politik ? Kursi Pesakitan Menanti, Oposisi Ketar-Ketir" di kawasan Menteng, Kamis (7/2/2019), menyarankan supaya sidang Ratna Sarumpaet disiarkan langsung oleh TV nasional.

"Kasus Ratna ini wajib dan penting dibuka live atau siaran langsung. Bila perlu sediakan TV besar antisipasi banyaknya pengunjung yang antusias hadir di pengadilan tersebut," saran Saor.

Mantan Pacar Vanessa Angel yang Buron Akhirnya Terlacak, Polisi Akan Jemput Paksa

Seperti diketahui, berkas kasus hoaks Ratna Sarumpaet sudah dinyatakan lengkap dan telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Dalam waktu dekat, kasus tersebut bakal bergulir di persidangan.

Menurut Saor, kasus hoaks Ratna Sarumpaet menjadi penting jika dibuka secara langsung sehingga bisa ditonton oleh publik tanah air yang merasa ikut menjadi korban kebohongannya.

Ia juga menanti Ratna Sarumpaet tidak pasang badan. Ia berharap aktivis itu berkata jujur dengan memberikan surprise kepada masyarakat. Di antaranya, sosok yang pernah ikut menyebarkan berita bohong tersebut.

Saor menambahkan, Ketua Umun Partai Gerindra Prabowo Subianto juga harus siap apabila nanti dipanggil guna memberikan kesaksian dalam kasus hoaks Ratna Sarumpaet itu.

"Tetapi semua itu tergantung pada BAP dari penyidik dan konteks hukumnya seperti apa. Kalau di dalam BAP tidak disebut dan Prabowo sebagai bagian dari korban Ratna, ya tidak bisa dipanggil," ujarnya.

Di sisi lain, Saor menyesalkan hingga saat ini Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) belum menindaklanjuti empat anggota DPR, Fadli Zon, Fahri Hamzah, Rachel Maryam, dan Mardani Ali Sera yang pernah dilaporkannya terkait dugaan penyebaran cerita bohong soal penganiayaan Ratna.

"Keraguan kami terjawab, MKD hingga detik ini tidak ada hasilnya," ucapnya.

Halaman
1234
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved