Berita Blitar

Polisi Blitar Dibuat Kesal Pengedar Sabu, Dikuntit sejak dari Jauh ternyata Berteduh di Pohon Asam

Polres Blitar dalam semalam Rabu (6/2/2019), mendapatkan tangkapan tiga pelaku yang diduga sebagai pengedar sabu-sabu (SS).

Polisi Blitar Dibuat Kesal Pengedar Sabu, Dikuntit sejak dari Jauh ternyata Berteduh di Pohon Asam
pixabay
Ilustrasi borgol. Polisi Blitar dibuat kesal dengan pengedar sabu yang diburu sejak dari jauh ternyata berteduh di bawah pohon asam. 

SURYA.co.id | BLITAR - Polres Blitar dalam semalam Rabu (6/2/2019), mendapatkan tangkapan tiga pelaku yang diduga sebagai pengedar sabu-sabu (SS).

Ketiganya ditangkap di dua tempat yang berbeda dan diperkirakan sedang menunggu pembeli.

Dari ketiganya diamankan sabu-sabu 0,90 gram dan peralatan nyabu. 

Mereka adalah Rozi (32), warga Desa Ppjok, Kecamatan Garum, Zanuar (31), warga Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kepanjen Kidul, Kota Blitar, dan Sofian (25), warga Kelurahan Tlumpu, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar.

Dari ketiganya, yang ditangkap lebih dulu adalah Rozi. Yakni, ditangkap di tepi jalan atau dekat rel KA, yang ada di Desa Sumberdiren, Kecamatan Garum.

Penangkapan itu berlangsung sekitar pukul 21.00 WIB saat duduk di atas sepeda motornya, Honda Beat. 

"Dia lama kita kuntit, bahkan sejak melaju dari Desa Sumberjo (atau berjarak sekitar 5 km dari rumahnya). Namun, saat kami kuntit itu, sesampai di Pasar Garum, bukannya melaju ke arah rumahnya, namun terus ke arah Desa Sumberdiren. Sehabis melewati rel, dia berhenti dan duduk di atas sepeda motornya sendirian," kata AKP Didik Suhardi, Kasat Narkoba Polres Blitar, Kamis (7/2/2019).

Begitu didekati petugas, dia langsung pasrah. Namun saat digeledah di pakaiannya, tak ditemukan apapun (SS), kecuali rokok.

Curiga dengan rokok itu, petugas membuka bungkusnya. Ternyata, sabu-sabu itu disembunyikan di antara rokoknya, yang masih separo.

Sehabis menangkap Rozi, berikutnya petugas giliran menangkap Zanuar dan Sofian.

Namun, penangkapan mereka itu sempat membuat petugas kerepotan karena beberapa kali kehilangan jejaknya ketika dikuntit mulai petang.

Namun demikian, petugas tak putus asa dan malam itu terus mencarinya. Tepat sekitar pukul 22.00 WIB malam itu, petugas menemukan jejaknya.

Itu diketahui dari ciri sepeda motor yang dikendarai dua pelaku itu. Yakni, sepeda motor Honda Vario warna putih.

"Saat petugas sedang melintas dan tiba-tiba melihat sepeda motornya. Mereka sedang berteduh di bawah pohon asam, yang ada di dekat perumahan (Desa Tawangsari, Kecamatan Garum)," ungkapnya.

Memang malam itu lagi gerimis. Semula, oleh anggota dikira orang yang sedang berteduh.

Begitu diamati, ternyata dua pengendara sepeda motor yang sedang berteduh di bawah pohon asam itu adalah yang sedang diburunya mulai petang.

Akhirnya, empat petugas langsung mendekatinya dan menggeledahnya. dicarinya. Begitu dibuka jok sepeda motornya ditemukan bungkus rokok dan di dalamnya sepoket sabu-sabu seberat 0,45 gram. Katanya, itu bekas dipakai karena asalnya beli 1 gram.

"Rencananya, itu akan dijual. Kebanyakan para pengedar itu menjual ke sopir. Barang itu dibeli dari orang Pasuruan dengan harga Rp 650 ribu per poket," pungkasnya.

Penulis: Imam Taufiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved