Lapor Cak

Klinik FTA Panduan Produk UMKM agar Tembus Pasar Ekspor, Pertemukan UMKM dengan Pembeli Luar Negeri

klinik Free Trade Agreement (FTA) Surabaya khusus memandu pelaku UMKM agar produk mereka laku di pasar global.

Klinik FTA Panduan Produk UMKM agar Tembus Pasar Ekspor, Pertemukan UMKM dengan Pembeli Luar Negeri
surya.co.id/nuraini faiq
Sejumlah pengunjung dan petugas saat diskusi ringan di kantor Klinik Free Trade Agreement Center (FTA) Surabaya di Gedung Dekranasda Jatim, Jl Kedungdoro Surabaya, Rabu (6/2/2019). 

Di klini itu ada pelatihan hingga delapan kali gratis. Para UMKM itu akan dipandu dan diarahkan agar produk mereka laik ekspor.

Semua juga tidak perlu biaya alias gratis. Meski demikian, hingga saat ini belum banyak Pelaku UMKM yang memanfaatkan pengembangan produk mereka itu.

Dengan didampingi dan diarahkan, layanan pengembangan FTA tersebut telah menghasilkan produk mereka. Di FTA center Surabaya UMKM khususnya di Jawa Timur bisa langsung dipandu agar dapat berbisnis dengan orientasi ekspor. 

Yakni dimulai dari informasi mengenai peluang pasar, tata cara ekspor, hingga pemasaran produk skala ekspor. Tercatat sudah ada tiga kali melakukan Coaching Clinic khusus UMKM. Hasilnya ada 9 UMK menembus pasar internasional. 

FTA Center Surabaya kini berhasil membawa 9 UKM Jawa Timur untuk pameran ekspor dan bekerjasama dengan LPEI/Eximbank Indonesia (Jakarta) pada event tahunan Kementerian Perdagangan. 

UKM binaan FTA Center Surabaya itu memasarkan produk-produknya kepada buyer-buyer luar negeri maupun memenuhi buyer lokal.

"FTA sebenarnya melayani tiga hal. Yakni edukasi, konsultasi dan advokasi," terang Reza.

Ada beberapa UMKM yang berhasil Go Export. Di antaranya ada 3 UKM Binaan FTA Center Surabay. Mereka telah berhasil mendapatkan buyer dan kini ada yang eksport.

Salah satunya adalah telah eksport ke China yaitu Bapak Mochamad Pujiono dari PT Pareto Estu Guna dengan produk “Keripik Singkong Matoh”.

Kemudian pameran gratis di Bahrain yaitu Tarmudi dari CV Graha Rejeki Indonesia dengan produk “Kopi Giras” dari Lamongan. Ada juga produk UMKM ekspor ke Pakistan yaitu Ibu Siti Mumaidah dari CV NDI dengan produk Bungkil Kelapa Sawit, dari Jombang. 

Halaman
123
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved