Breaking News:

Berita Jombang

Ada Buku Pelajaran SD di Jombang Sebut NU Organisasi Radikal

Sebuah buku pelajaran kelas V SD dan Madrasash Ibtidaiyah (MI) di Kabupaten Jombang, menuai kontroversi karena menyebut NU organisasi radikal.

surabaya.tribunnews.com/sutono
Salah satu guru di Kabupaten Jombang Jawa Timur, menunjukkan buku pegangan siswa Kelas V SD/MI tema 7 berjudul 'Peristiwa dalam Kehidupan', Rabu (6/2/2019). Buku edisi revisi 2017 itu menuai kontroversi di kalangan Nahdlatul Ulama (NU). 

"Bahkan, bisa dikatakan deskripsi seperti itu merupakan bentuk pengaburan karakter berjuang NU, yakni ulama, tarikat dan pesantren. Atau menyamakannya dengan kelompok lain," paparnya.

Dijelaskan Rijal, deskripsi radikal dalam model perjuangan NU sebagaimana tertulis dalam buku, seolah membenarkan model radikalisme yang digunakan kelompok lain pada saat ini.

"Deskripsi itu menguatkan dugaan, penulis adalah orang atau tim atau kelompok yang tidak memahami karakteristik perjuangan NU, atau sengaja ingin menyamakan NU dengan PKI atau lainnya," lanjut Rijal.

Atas terbitnya buku tersebut, jajaran PCNU Jombang, lanjut Rijal, meminta Kemendikbud RI agar meneliti kembali materi dalam buku Kelas V SD/MI tema 7 yang sudah beredar di sekolah.

Kemendikbud juga diminta melakukan 'tabayyun' dengan NU untuk memperoleh deskripsi yang tepat terhadap model perjuangan NU di masa penjajahan.

Dikatakan Rijal, PCNU Jombang melalui Lembaga Pendidikan Ma'arif sudah melayangkan protes kepada Kemendikbud, soal buku ajar yang memuat materi NU termasuk organisasi radikal.

"Pada prinsipnya Mendikbud dapat memenuhi tuntutan kita untuk menarik dan menghentikan peredaran dan penerbitan buku tersebut," ungkapnya.

Pantauan surya.co.id, buku untuk kelas V SD/MI tematik terpadu kurikulum 2013 dengan judul 'Peristiwa Dalam Kehidupan' telah beredar di sejumlah sekolah di Kabupaten Jombang. Salah satunya, di MI Sulamuddiniyah Mojowarno, Kabupaten Jombang.

"Sudah dibagikan kepada siswa, bukunya kami terima mulai tahun ajaran sekarang," ungkap Moh Asy'ari, guru MI Sulamuddiniyah Mojowarno kepada surya.co.id, Rabu (6/2/2019).

Menurut Asy'ari, konten buku yang termuat dalam buku untuk kelas V SD/MI tema 7 pada halaman 45 tersebut, sempat dipertanyakan salah satu murid.

"Memang ada wali murid yang sempat meminta penjelasan. Tetapi soal menarik buku tersebut dari para siswa, itu bukan kewenangan kami," kilah Asyari.

Cari Mayat Pria yang Bunuh Diri di Kali Porong, Petugas Malah Temukan Mayat Perempuan Tanpa Busana

Sandiaga Uno Disambut Spanduk Dukungan Jokowi Saat Datang ke Madiun

 

Penulis: Sutono
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved