Berita Jombang

Ada Buku Pelajaran SD di Jombang Sebut NU Organisasi Radikal

Sebuah buku pelajaran kelas V SD dan Madrasash Ibtidaiyah (MI) di Kabupaten Jombang, menuai kontroversi karena menyebut NU organisasi radikal.

Ada Buku Pelajaran SD di Jombang Sebut NU Organisasi Radikal
surabaya.tribunnews.com/sutono
Salah satu guru di Kabupaten Jombang Jawa Timur, menunjukkan buku pegangan siswa Kelas V SD/MI tema 7 berjudul 'Peristiwa dalam Kehidupan', Rabu (6/2/2019). Buku edisi revisi 2017 itu menuai kontroversi di kalangan Nahdlatul Ulama (NU). 

SURYA.co.id | JOMBANG - Sebuah buku pelajaran kelas V Sekolah Dasar (SD) dan Madrasash Ibtidaiyah (MI) di Kabupaten Jombang, menuai kontroversi karena menyebut  Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi radikal

Buku tersebut adalah buku tematik terpadu kurikulum 2013 dengan judul 'Peristiwa Dalam Kehidupan'.

Karena itu, Pengurus Cabang (PC) NU Jombang meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengevaluasi buku ajar untuk siswa SD dan MI, tersebut karena berpotensi merugikan NU.

Katib Syuriah PCNU Jombang, Ahmad Syamsul Rijal mengatakan, buku yang diterbitkan Kemendikbud RI 2017 tersebut memuat deskripsi 'tidak wajar' mengenai NU.

Deskripsi 'tidak wajar' itu termuat pada halaman 45 dalam sub tema 1 Peristiwa Kebangsaan Masa Penjajahan. Dalam buku tertulis, Masa Awal Radikal (tahun 1920-1927-an).

Dalam penjelasannya, sambung Syamsul Rijal, termuat tulisan 'Perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah pada abad ke-20 disebut masa radikal karena pergerakan-pergerakan nasional pada masa ini bersifat radikal/keras terhadap pemerintah Hindia Belanda'.

"Mereka menggunakan asas nonkoperatif/tidak mau bekerja sama. Organisasi-organisasi yang bersifat radikal adalah Perhimpunan Indonesia (PI), Partai Komunis Indonesia (PKI), Nahdlatul Ulama (NU), Partai Nasionalis Indonesia (PNI)," kata Syamsul Rijal mengutip kaloimat dalam buku tersebut.

Menurut Syamsul Rijal, penggambaran model perjuangan kelompok, khususnya NU seperti itu tidaklah tepat.

"Bahkan, cenderung merendahkan NU dari sudut pandang model perjuangan kelompok pada saat ini," kata Syamsul Rijal kepada Surya.co.id, Rabu (6/2/2019).

Menurut Rijal, penggunaan terminologi radikal sebagaimana tertulis dalam buku untuk menilai model perjuangan NU di masa lalu, berpotensi memunculkan perspektif negatif.

Halaman
12
Penulis: Sutono
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved