Grahadi

Beranda Grahadi

Ketua YKI Jatim Berkomitmen Tanggulangi Kanker

Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) cabang Jawa Timur, Dra. Hj. Nina Soekarwo, M.Si berkomitmen untuk menanggulangi kanker. Bentuk komitmen tersebut

Ketua YKI Jatim Berkomitmen Tanggulangi Kanker
Ist/ Humas Pemprov Jatim
Ketua YKI cabang Jatim, Bude Karwo saat melakukan kunjungan pada para penderita kanker di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, Senin (4/2/2019). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) cabang Jawa Timur, Dra. Hj. Nina Soekarwo, M.Si (Bude Karwo) berkomitmen untuk menanggulangi kanker. Bentuk komitmen tersebut diwujudkan melalui upaya promotif, preventif hingga kuratif.

“Fungsi kami sebagai ketua YKI yakni untuk membantu penanggulangan kanker dan menyemangati para survivor kanker,” ungkap Bude Karwo sapaan akrab Ketua YKI cabang Jatim saat melakukan kunjungan pada para penderita kanker di RSUD dr Soetomo, Surabaya, Senin (4/2/2019).

Bude Karwo menjelaskan, setiap tahun jumlah penderita kanker mengalami kenaikan bukan penurunan. Apalagi, berdasarkan informasi yang ada jumlah penderita kanker yang datang berobat hampir 90% sudah dalam stadium lanjut.

“Satu hal yang mengejutkan dulu masih 70% yang datang dalam stadium lanjut, namun sekarang sudah meningkat tajam,” terang istri Gubernur Jatim ini.

Menurutnya, semua pihak termasuk masyarakat harus ikut berperan untuk menekan peningkatan jumlah penderita kanker. Selain itu, YKI juga terus melakukan komunikasi dan memberi informasi serta edukasi lewat penyuluhan kepada masyarakat.

“Ini bentuk upaya promotif kita yang bisa menekan biaya, karena jika sudah kuratif biaya yang dibutuhkan sangat besar,” ujar Bude Karwo sembari menambahkan di RSUD dr Soetomo antrian untuk kemoterapi cukup lama karena jumlah alat dan pasiennya tidak sebanding.

Selain itu, dalam rangka preventif YKI cabang Jatim bekerjasama dengan Pemprov Jatim juga telah melakukan deteksi dini untuk kanker serviks melalui IVA test. Sampai dengan tahun 2018 lalu, jumlah deteksi dini lewat IVA test sudah mencapai 534 ribu.

“Jumlah penderita kanker payudara memang paling tinggi, namun penyebab kematian yang tertinggi masih kanker serviks,” imbuhnya.

Bude Karwo menambahkan, untuk mencegah kanker dibutuhkan kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatan sejak dini secara rutin. Disamping itu, gaya hidup juga sangat mempengaruhi kesehatan seseorang. Karenanya, pola hidup sehat harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Penanganan dan deteksi dini terhadap kanker ini harus terus kita lakukan, sehingga jumlahnya bisa ditekan dan dikurangi,” pungkas Bude Karwo yang juga menjabat sebagai Ketua TP PKK Provinsi Jatim.

Sementara itu, Kepala Instalasi rawat inap (Irna) RSUD dr Soetomo, Prof. dr. ID. G. Ugrasena mengatakan, sejak tahun 2014 hingga 2018 rata-rata setiap tahunnya ada 120 kasus kanker baru. Bahkan, khusus untuk penderita kanker anak-anak jumlahnya mencapai 700 pasien setiap tahunnya dan 60% nya adalah leukimia.

“Kapasitas pasien kanker anak yang opname saat ini melebihi kapasitas yang kita miliki. Per hari ini ada 174 pasien kanker anak, padahal kapasitas kami hanya 141,” jelasnya.

Turut mendampingi Bude Karwo, antara lain Kepala Dinas Kesehatan Prov. Jatim, Direktur RSUD dr Soetomo, pengurus dan anggota YKI cabang Jawa Timur, serta jajaran RSUD dr Soetomo. (hms)

Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved