Breaking News:

Berita Surabaya

Ramuan Larvitrap Buatan Bumantik Rungkut Mapan Surabaya Ini 'Ampuh' Basmi Nyamuk

Bumantik Rungkut Mapan Barat membuat ramuan Larvitrap untuk perangkap sekaligus pembasmi segala jenis nyamuk, termasuk Aedes aegypti

Editor: irwan sy
TribunJatim.com/Nur Ika Anisa
Koordinator Bumantik Rungkut Mapan Barat RW 08 Rungkut tunjukan ramuan perangkap nyamuk 

SURYA.co.id | SURABAYA - Satu di antara antisipasi pencegahan penyebaran nyamuk Aedes aegypti di lingkungan rumah dilakukan oleh puluhan Bumantik (ibu-ibu pembasmi jentik nyamuk) Rungkut Mapan Barat RW 08 Surabaya.

Mereka bersama-sama membuat ramuan unik. Ramuan tersebut sebagai perangkap sekaligus pembasmi nyamuk. Pembuatan ramuan ini cukup mudah, bahan dan peralatan yang akan digunakan juga dapat ditemukan di sekitar lingkungan kita.

"Namanya ramuan Larvitrap. Ramuannya 250 air panas, gula merah 50 gram dan ragi. Nanti akan berbau tidak enak tapi merangsang nyamuk untuk masuk perangkap," kata Koordinator Bumantik RW 08 Rungkut Mapan Barat, Rahmawati, Jumat (1/2/2019).

Pertama, siapkan bahan baku ramuan tersebut yaitu gula merah, ragi dan air panas. Sementara untuk perangkap, cukup menyiapkan botol air mineral berukuran besar atau satu liter, plastik hitam dan plester.

Proses pembuatan ramuan tersebut, dijelaskan Rahmawati, dengan melarutkan gula merah ke dalam wadah berisi air panas.

Setelah diaduk dan larut, ramuan dibiarkan dingin seperti suhu ruangan.

Sembari menunggu dingin, botol air mineral dipotong dengan tinggi sekitar 15 centimeter dari tutup botol dan dibungkus lapisan plastik hitam.

Setelah ramuan dingin, dimasukan ke dalam botol, ditambahkan ragi kemudian ditutup potongan botol lain dengan posisi corong di bawah.

Perangkap berisi ramuan siap diletakan di beberapa ruangan seperti teras, kamar tidur maupun ruangan yang dianggap sebagai sarang nyamuk.

Rahmawati menilai cara kerja perangkap ini efektif untuk perangkap dan membasmi nyamuk.

"Ini efektif. diletakan di teras maupun kamar. Biasanya seminggu sekali kami buang. Baunya menyengat antara ragi dan gula jawa, sedangkan plastik hitam ini kan disukai nyamuk," ujarnya.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved