Berita Kesehatan

Cara Sederhana Mencegah DBD di Lingkungan Padat Penduduk dan Apartemen Menurut Peneliti & Ahli

Wabah demam berdarah dengue (DBD) selalu menjadi momok setiap tahunnya, apalagi di musim penghujan seperti ini. Berikut cara mudah mencegah DBD

Cara Sederhana Mencegah DBD di Lingkungan Padat Penduduk dan Apartemen Menurut Peneliti & Ahli
coconut.co
Cara mencegah DBD 

SURYA.co.id - Wabah demam berdarah dengue (DBD) selalu menjadi momok setiap tahunnya, apalagi di musim penghujan seperti ini. Sehingga banyak orang mencari cara untuk mencegahnya

Cara mencegah DBD banya dicari seiring dengan pemberitaan Antara yang mencatat ada 9.868 kasus DBD di 34 provinsi seluruh Indonesia dan 94 jiwa meninggal akibat penyakit tersebut.

Semua ahli sepakat, menjaga kebersihan dan tidak membiarkan ada genangan air di rumah adalah dua contoh cara untuk mencegah DBD.

Lantas, apa yang harus dilakukan bagi masyarakat yang tinggal di lingkungan padat penduduk dengan gang senggolnya atau yang tinggal di kompleks apartemen?

Sebagian pasien anak suspect DBD dirawat di Ruang Seruni RSUD Jombang.
Sebagian pasien anak suspect DBD dirawat di Ruang Seruni RSUD Jombang. (surya/sutono)

Kumpulan Ucapan Hari Valentine 2019 Buat Pacar Agar Lebih Romantis, Langsung Kirim via Whatsapp (WA)

Tes Kepribadian - Cara Duduk Ternyata Bisa Ungkap Karakter Asli Seseorang, Kamu Termasuk yang Mana?

Ramalan Cuaca Sabtu 2 Februari 2019, BMKG Juanda: Surabaya Masih Potensi Hujan Intensitas Tinggi

Dilansir dari Kompas.com, ahli Entomologi Warsito Tantowijoyo, PhD, memberi saran sederhana yang bisa menjadi cara untuk mencegah DBD.

"Kita harus meningkatkan kebugaran kita dan melakukan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) untuk mengurangi populasi nyamuk," ujar Warsito yang bekerja di World Mosquito Program (WMP) Yogyakarta, kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Kamis (31/1/2019).

Warsito melanjutkan, meningkatkan kebugaran bisa dilakukan dengan cara makan makanan seimbang dan bergizi, olahraga, serta istirahat yang cukup.

Sementara itu, salah satu gerakan PSN yang terbukti efektif adalah 3M, yakni menutup tempat penampungan air bersih, menguras tempat penampungan air bersih, dan mendaur ulang atau memusnahkan barang-barang bekas.

"Penggunaan insektisida yang tepat dan penggunaan pelindung nyamuk seperti lotion anti nyamuk dan kelambu juga bisa dilakukan," imbuh Warsito.

Dr Syahribulan, M.Si., peneliti nyamuk dari Departemen Biologi Universitas Hasanuddin dalam pemberitaan sebelumnya menegaskan bahwa tempat penampungan air justru dapat membuat nyamuk Aedes aegypti makin berkembang biak.

Nyamuk aedes aegypti penyebab penyakit demam berdarah
Nyamuk aedes aegypti penyebab penyakit demam berdarah (surya/irwan syairwan)

Untuk itu, dia menganjurkan agar tidak membuat tempat penampungan air.

Karena kalau ada tempat penampungan air, nyamuk Aedes aegypti pasti datang meletakkan telurnya.

"Seharusnya yang kita lakukan adalah menghilangkan tempat-tempat air yang bisa menjadi tempat (nyamuk Aedes aegypti) berkembang biak," ujarnya via telepon kepada Kompas.com, Selasa (29/1/2019).

Syahribulan menjelaskan bahwa nyamuk Aedes aegypti sebetulnya tidak meletakkan seluruh telurnya sekaligus, melainkan satu per satu.

Oleh karena itu, nyamuk bisa meletakkan telurnya di berbagai tempat, dari yang sangat kecil, seperti penampung air pada dispenser, hingga yang seluas dan sedalam sumur.

Dibuktikan Syahribulan dan kolega dalam penelitian pada tahun 2010, nyamuk Aedes aegypti bisa turun dan bertelur di dalam sumur masyarakat.

Seorang petugas Dinas Kesehatan Tulungagung melakukan fogging untuk mencegah penyebaran nyamuk penyebab penyakit demam berdarah.
Seorang petugas Dinas Kesehatan Tulungagung melakukan fogging untuk mencegah penyebaran nyamuk penyebab penyakit demam berdarah. (surya/david yohannes)

Oleh karena itu, dia menyarankan untuk menutup sumur dan kolam dengan kain kasa.

Selain itu, dia juga menyarankan untuk tidak hanya menguras air, tetapi menyikat wadahnya sekalipun jentik sudah tidak terlihat.

Pasalnya, telur nyamuk Aedes aegypti sangat kecil dan lengket.

Walaupun telah dikuras, bisa jadi telur nyamuk Aedes aegypti masih melekat pada wadah dan menetas kembali bila bertemu dengan air

Jawa Timur Peringkat 1 Kasus DBD Tertinggi

Jawa Timur menduduki peringkat tertinggi dalam kasus demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia.

Data sementara yang dihimpun Kementerian Kesehatan dari awal tahun hingga 29 Januari 2019 menunjukkan, jumlah kasus DBD di Jawa Timur mencapai 20 persen dari total laporan kasus yang diterima dari seluruh Indonesia, yaitu 13.683 kasus.

Dilansir dari Kompas.com, berikut ini adalah 10 provinsi dengan jumlah kasus DBD tertinggi selama sebulan terakhir:

1. Jawa Timur 2.657 kasus

2. Jawa Barat 2.008 kasus

3. Nusa Tenggara Timur 1.169 kasus

4. Jawa Tengah 1.027 kasus

5. Sulawesi Utara 980 kasus

6. Lampung 827 kasus

7. DKI Jakarta 613 kasus

8. Sulawesi Selatan 503 kasus

9. Kalimantan Timur 465 kasus

10. Sumatera Selatan 353 kasu

Direktur Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan, Jawa Timur kembali menduduki peringkat pertama, namun tren di wilayah berubah.

"Yang tahun 2018, itu Kota Malang tertinggi, tetapi saat ini Kabupaten Kediri," ungkapnya kepada Kompas.com, Kamis (31/1/2019)

Meski demikian, daerah yang telah menyatakan kasus DBD sebagai kejadian luar biasa (KLB) dengan laporan wabah (W1) adalah Kabupaten Kapuas, Kota Kupang, Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Ponorogo, dan Provinsi Sulawesi Utara.

"Kabupaten Kapuas pernah sudah mencabut KLB-nya karena kondisi sudah terkendali," tutur Nadia.

Sementara itu, angka kematian yang disebabkan kasus DBD mencapai 133 orang.

Angka kematian tertinggi terjadi di Jawa Timur, yaitu 47 orang, lalu NTT dengan 14 orang, Sulawesi Utara dengan 13 orang, dan Jawa Barat dengan 11 orang, serta Jawa Tengah dan Kalimantan Tengah masing-masing 9 orang

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Musahadah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved