Selasa, 7 April 2026

Berita Kediri

7 Unit Sumur Bor Bantuan Kementerian ESDM Dioperasikan, Program Pusat Peduli Masyarakat Suli Air

Lokasi sumur bor ini berada di Kabupaten Kediri, Kota Kediri dan Kabupaten Tulungagung, Jumat (1/2/2019).

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Parmin
surya.co.id/didik mashudi
Peresmian sumur bor bantuan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral di Desa Puhjajar, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri, Jumat (1/2/2019). 

SURYA.co.id | KEDIRI - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meresmikan tujuh bantuan sumur bor. Lokasi sumur bor ini berada di Kabupaten Kediri, Kota Kediri dan Kabupaten Tulungagung, Jumat (1/2/2019).

Peresmian sumur bor dipusatkan di lokasi sumur bor Desa Puhjajar, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri. 

Kegiatan ini dihadiri Kepala Pusat Survei Geologi, Badan Geologi, Kementerian ESDM Dr Eko Budi Lelono, bersama dengan Wakil Bupati Kediri Drs H Masykuri, Plt Bupati Tulungagung Drs Maryoto Birowo dan kepala Seksi Inventarisasi Geologi dan Air Tanah Ir Ramadi Seno.

Setelah diresmikan sumur bor telah dapat digunakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

Pembuatan sumur bor ini kerja sama Kementerian ESDM dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat berupa pengentasan daerah sulit air melalui program pengeboran air tanah dalam.

Sementara Dr Eko Budi Lelono, menjelaskan pembuatan sumur bor untuk memberikan solusi bagi masyarakat di wilayah Jawa Timur yang masih mengalami permasalahan penyediaan air bersih karena kondisi alamnya.

Program penyediaan air bersih melalui pengeboran air tanah dalam di Kementerian ESDM sudah dimulai sejak awal 2005 sampai 2018.

Tercatat sebanyak 2.288 unit sumur bor telah dibangun dengan kapasitas debit air bersih mencapai sekitar 144,4 juta m3/tahun untuk melayani sekitar 6,6 juta jiwa masyarakat daerah sulit air bersih dari Sabang sampai Merauke.

Sumur bor yang dibuat di Kabupaten Kediri sebanyak 4 unit, Kota Kediri 1 unit dan di Kabupaten Tulungagung 2 unit.

Sumur bor tersebut memiliki spesifikasi teknis dengan kedalaman antara 100-125 m, debit air rata-rata 2 liter/detik, dengan konstruksi pipa besi galvanis diamater 6 inchi.

Pasokan listrik untuk sumur bor berasal dari genset dengan kapasitas 10 - 15 kVA, menggunakan pompa selam (submersible) 3 PK. 

Selain itu dilengkapi dengan rumah genset, rumah pompa, dan bak penampungan air berkapasitas 5.000 liter.

"Setiap sumur bor mampu melayani kebutuhan air bersih sampai dengan 2.800 jiwa penduduk," jelasnya.

Kementerian ESDM terus berupaya menambah anggaran program ini agar lebih banyak menjangkau masyarakat di daerah sulit air.

Hal ini dikarenakan jumlah daerah sulit air bersih di Indonesia masih cukup banyak, yang ditandai dengan masih banyaknya permintaan bantuan sumur bor air tanah dalam dari berbagai wilayah di Indonesia.

Selama 2018, Kementerian ESDM sudah membangun sumur bor sebanyak 506 unit yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan target sumur bor pada tahun 2017.

Sementara pada 2019 ini, target jumlah unit sumur bor yang akan dibangun oleh Kementerian ESDM ditingkatkan kembali menjadi 650 unit.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved