Jumat, 15 Mei 2026

Berita Surabaya

5 Cara dari Dokter Ahli Ini Bisa Basmi Jentik Nyamuk Aedes Aegypti Penyebab DBD

5 cara ini bisa mencegah aktivitas penyebaran virus DBD dari nyamuk Aedes aegypti yang terjadi sekitar pukul 10.00 WIB hingga 16.00 WIB setiap hari.

Tayang:
Editor: irwan sy
coconut.co
Nyamuk Aedes Aegypti 

SURYA.co.id | SURABAYA - Antisipasi bahaya demam berdarah dengue (DBD) terus dilakukan petugas kesehatan dari tingkat warga, kecamatan maupun kedokteran. Dokter Spesialis Anak RSUD Dr Soetomo, Dr Dominicus Husada, mengatakan aktivitas penyebaran virus DBD dari nyamuk Aedes aegypti terjadi sekitar pukul 10.00 WIB hingga 16.00 WIB setiap hari.

Rentang waktu tersebut dikatakan Dominicus, puncak utama aktivitas nyamuk yang mengikuti matahari.

"Nyamuk ini bukan nyamuk biasa, hanya ikut matahari. Kalau matahari belum terbit juga tidak ada, jadi jangan mencari nyamuk Aedes aegypti malam hari," kata Dr Dominicus Husada di RSUD Dr Soetomo, Jumat (1/2/2019).

Penyebaran tersebut dipengaruhi dengan gigitan nyamuk maupun pemindahan darah oleh nyamuk tersebut.

"Antisipasinya jangan dihinggapi nyamuk, kalau tidak ingin DBD, 100 persen, tidak ada nyamuk Aedes aegypti ya bukan nyamuk yang lain," sambungnya.

Antisipasi dapat dilakukan dengan pencegahan di antaranya :

1. Periksa Jentik Nyamuk Setiap Hari

Nyamuk aedes aegypti penyebab penyakit demam berdarah
Nyamuk aedes aegypti penyebab penyakit demam berdarah (surya/irwan syairwan)

Warga diimbau untuk memeriksa jentik nyamuk setiap hari. Sebab, perkembangan sarang nyamuk Aedes aegypti tidak hanya terjadi saat musim hujan tetapi juga musim kemarau.

"Hujan berhenti hujan berhenti itu paling banyak nyamuk. Yang paling bahaya ketika hujan tidak tiap hari, justru kalau hujan turun tiap hari nyamuk Aedes aegypti justru tidak bertelur, musim kemarau ada walaupun satu dua," kata Dr Dominicus Husada.

2. Pelihara Ikan di Bak Mandi

ilustrasi ikan di dalam bak mandi
ilustrasi ikan di dalam bak mandi (youtube)

Memelihara ikan di bak mandi menjadi solusi lain untuk mengurangi jemantik nyamuk.

3. Kuras Air

ilustrasi menguras bak mandi
ilustrasi menguras bak mandi (wikihow)

Aktivitas menguras air dapat mengurangi jentik dan sarang pertumbuhan nyamuk, sebab nyamuk menyukai genangan air bersih.

"Diberi abate dan seminggu sekali dikuras," kata Dominicus Husada.

Tidak hanya menguras tempat mandi berisi air, pembersihan botol-botol atau perkakas yang dapat menjadi wadah air.

4. Fogging Semua Ruangan

Pengasapan (fogging) rumah dan selokan di Rungkut Mapan Barat RW 08 Rungkut
Pengasapan (fogging) rumah dan selokan di Rungkut Mapan Barat RW 08 Rungkut (surya.co.id/nurika anisa)

Saat melakukan pengasapan atau fogging lingkungan, diharapkan asap fogging masuk ke seluruh ruangan untuk mengefektifkan pembasmian sarang nyamuk.

5. Anggota Keluarga Jadi Jumantik

Bupati Jombang Nyono Suharli memegang senter untuk menerangi bak mandi warga, guna memantau keberadaan jentik.
Bupati Jombang Nyono Suharli memegang senter untuk menerangi bak mandi warga, guna memantau keberadaan jentik. (sutono)

Dr Dominicus menyarankan setiap satu rumah memiliki satu anggota sebagai juru pemantau jentik nyamuk atau jumantik.

Dengan adanya jumantik dapat mengubah perilaku penghuni rumah ke arah yang lebih sehat dan bersih.

"Satu orang di rumah harus jadi jumantik. Makin padat penduduknya makin banyak, makin bersihan orangnya makin sedikit nyamuk itu," kata Dominicus.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved